Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Mengawal Kerja Dewan yang Terhormat

MI
14/12/2015 00:00
Mengawal Kerja Dewan yang Terhormat
(MI/SUSANTO)
KREDIBILITAS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga pemberantas korupsi sangat dipengaruhi kualitas para pemimpinnya. Semakin kompeten, profesional, berintegritas, dan independen para pemimpin lembaga itu, akan semakin tinggi pula kredibilitas lembaga antirasywah tersebut.

Uji kelayakan dan kepatutan harus dijadikan momentum oleh DPR untuk kembali meraih kepercayaan rakyat. Caranya ialah menanggalkan semua kepentingan sempit di luar kepentingan guna membangun KPK sebagai garda terdepan pencegahan dan penindakan korupsi. Pembangunan kredibilitas lembaga tersebut itu dimulai dari para pimpinannya.

Pekan ini, anggota dewan yang terhormat di parlemen akan menguji kelayakan dan kepatutan delapan nama plus dua nama yang telah lulus sebelumnya untuk menghasilkan lima calon terbaik yang kelak akan memimpin KPK. Ini kewajiban kita bersama untuk mengawal proses seleksi di DPR agar tidak menyimpang.

Itu artinya DPR tidak boleh main-main dalam uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK. Mata publik akan terus mengawasi dengan lekat. Jangan biarkan mereka yang mengutamakan pertimbangan kepentingan jangka pendek dan golongan dalam memilih pimpinan KPK meraih kemenangan.

Pertanyaannya seperti apakah figur yang tepat untuk duduk di pucuk pimpinan KPK selama empat tahun ke depan? Apakah seorang petarung sejati tanpa cacat integritas dan terjamin bebas dari segala kemungkinan jeratan hukum. Apakah benar figur seperti itu?

Ingatan kita melayang pada dua unsur pimpinan KPK sebelumnya, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Mereka harus berhenti di tengah jalan karena terjerat masalah hukum yang hingga kini masih meninggalkan perdebatan publik apakah itu kriminalisasi atau bukan.

Perlu pula kita ingatkan kembali kepada publik bahwa proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR merupakan proses politik. Sebagai sebuah proses politik, ia tidak bergerak di ruang hampa dan bukan pula proses yang terbebas sepenuhnya dari kepentingan.

Dalam kaitan dengan pemilihan calon pimpinan KPK di DPR melalui uji kelayakan dan kepatutan, selalu ada kepentingan yang belum tentu sejalan dengan keinginan rakyat. Rakyat jelas menantikan hadirnya para komisioner KPK yang kredibel dan berintegritas.

Karena itu, sekali lagi, proses tersebut benar-benar harus kita kawal bersama dari kepentingan menyimpang di Senayan yang berpotensi melumpuhkan KPK di masa depan. Penggembosan KPK memang akan cukup ampuh dengan memilih calon-calon pemimpin yang melempem, yang terkebiri hasratnya dalam menindak tanpa pandang bulu.

Publik ingin uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di DPR kelak dilakukan dengan jujur dan adil serta dengan semangat imparsialitas. Dari situlah, kredibilitas KPK mulai dipertaruhkan. (Pol/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya