Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan keluarga tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Libanon akan menerima santunan sekitar Rp1,8 miliar per orang. Kebijakan ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam misi internasional.
Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka bertugas dalam misi Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon selatan.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subianto, menegaskan seluruh hak prajurit yang gugur akan diberikan kepada keluarga.
“Selain santunan tunai, ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA) serta penghargaan Medal Dag Hammarskjold,” ujar Jenderal TNI Agus Subianto, Panglima TNI.
Besaran santunan yang diterima masing-masing keluarga bahkan mencapai lebih dari Rp1,8 miliar, yang berasal dari berbagai komponen seperti asuransi, santunan risiko kematian, bantuan PBB, hingga dana internal TNI.
Agus merinci total santunan yang diterima Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236, Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049, dan Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205.
Selain santunan uang, keluarga juga akan menerima:
Gaji penuh selama 12 bulan
Pensiun janda setelah masa gaji berakhir
Beasiswa untuk anak prajurit
Insiden tragis ini terjadi dalam rangkaian serangan di wilayah Libanon selatan yang melibatkan konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Awalnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur pada 29 Maret 2026 setelah proyektil meledak di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian di wilayah Adchit al-Qusayr.
Sehari kemudian, dua prajurit lainnya tewas ketika terjadi ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Dalam insiden tersebut, dua prajurit lainnya juga mengalami luka-luka.
Serangan ini diduga berkaitan dengan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang terus meningkat di perbatasan Libanon-Israel.
Sejumlah pihak mengecam keras insiden tersebut.
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi kemanusiaan ini. Presiden juga memberikan penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Di sisi lain, Indonesia mendesak investigasi menyeluruh atas serangan yang menewaskan personel UNIFIL tersebut, mengingat status mereka sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB.
Pemberian santunan Rp1,8 miliar kepada keluarga prajurit TNI yang gugur di Lebanon menjadi bentuk penghormatan negara atas pengorbanan mereka. Insiden ini juga menyoroti risiko besar yang dihadapi pasukan perdamaian di tengah konflik bersenjata yang terus memanas di Timur Tengah. (Ant/E-4)
Desak PBB Transparan, Menko Polkam Soroti Serangan di Libanon yang Tewaskan Prajurit TNI
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka cita atas tiga prajurit TNI gugur di Libanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB bersama UNIFIL.
KESEDIHAN mendalam masih dirasakan Iskandarudin setelah kehilangan putra tercintanya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Libanon.
TNI mengebut pemulangan tiga jenazah prajurit perdamaian yang gugur di Lebanon. Proses terkendala dokumen internasional dan akses penerbangan konflik.
Pemerintah memberikan santuan bagi keluarga prajurit TNI yang gugur di Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved