Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah sorotan publik terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, nama Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto muncul sebagai sosok kunci. Sebagai Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, ia memegang tongkat komando tertinggi dalam memastikan hukum militer tegak tanpa pandang bulu.
Ketegasannya teruji saat ia secara terbuka mengumumkan status tersangka bagi empat oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut. Mari mengenal lebih dekat profil dan rekam jejak sang Jenderal.
Mayjen TNI Yusri Nuryanto merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki spesialisasi panjang di bidang Polisi Militer (CPM). Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994 ini dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki pemahaman mendalam mengenai tata tertib serta hukum di lingkungan militer.
Sebelum menjabat sebagai Danpuspom TNI, Yusri telah menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya:
Nama Yusri Nuryanto semakin dikenal publik luas ketika ia mengambil alih penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kasus ini menjadi sangat sensitif karena melibatkan anggota BAIS TNI—satuan intelijen yang selama ini dikenal tertutup.
Yusri menunjukkan transparansi yang jarang terlihat sebelumnya. Ia memastikan bahwa empat prajurit—Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES—tidak mendapatkan perlakuan khusus meski berasal dari satuan elit.
Dalam berbagai kesempatan, Yusri menekankan bahwa tindakan oknum tersebut telah mencederai institusi. "Tidak ada tempat bagi prajurit yang bertindak di luar hukum, apalagi menyerang warga sipil. Marwah TNI dipertaruhkan di sini," tegasnya saat konferensi pers di Mabes TNI.
Di bawah kepemimpinannya, Puspom TNI bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan KontraS untuk memastikan bukti-bukti yang dikumpulkan akurat dan tidak terbantahkan di pengadilan militer.
Rekan sejawat mengenal Yusri sebagai pemimpin yang menganut prinsip lead by example. Ia sering menekankan bahwa Polisi Militer harus menjadi contoh disiplin bagi prajurit lainnya. Dalam menangani kasus-kasus besar, ia dikenal tidak hanya mengandalkan laporan di atas kertas, tetapi juga turun langsung memantau proses penyidikan di lapangan.
Tugas utamanya adalah menyelenggarakan fungsi kepolisian militer di lingkungan TNI untuk mendukung tugas pokok TNI, termasuk penyidikan tindak pidana yang melibatkan prajurit.
Beliau resmi menjabat sebagai Danpuspom TNI sejak awal tahun 2024, menggantikan pejabat sebelumnya dalam rangka mutasi rutin di lingkungan Mabes TNI.
Mayjen Yusri bersikap tegas dengan menetapkan mereka sebagai tersangka dan menahan mereka di sel keamanan maksimal (super security) untuk mencegah intervensi dalam penyidikan.
Sebelum mencapai pangkat Mayor Jenderal (Bintang 2), beliau berpangkat Brigadir Jenderal (Bintang 1) saat menjabat sebagai Wadanpuspom TNI.
Mayjen TNI Yusri Nuryanto adalah representasi dari wajah baru penegakan hukum militer yang lebih transparan. Keberaniannya menyeret oknum BAIS dalam kasus penyiraman air keras aktivis KontraS membuktikan bahwa di bawah komandonya, Puspom TNI berkomitmen untuk menjadi institusi yang bersih dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved