Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERBANGAN perintis di Indonesia, khususnya di wilayah Papua, merupakan salah satu operasi udara paling menantang di dunia. Selain harus berhadapan dengan cuaca ekstrem dan geografi pegunungan yang curam, para pilot juga menghadapi risiko keamanan yang tinggi.
Insiden tragis yang menimpa pesawat Smart Aviation dengan registrasi PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, pada 11 Februari 2026, menjadi pengingat nyata betapa besarnya pertaruhan di balik setiap misi penerbangan perintis.
Pesawat Smart Air PK-SNR menjadi sasaran penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Korowai Batu. Insiden ini mengakibatkan Pilot Enggo dan Kopilot Baskoro gugur dalam tugas, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat. Peristiwa ini menambah daftar panjang tantangan keamanan dalam operasional udara di wilayah Papua Selatan.
Cessna 208B Grand Caravan EX dirancang untuk menjadi "workhorse" atau kuda beban di wilayah yang tidak terjangkau oleh pesawat komersial besar. Pesawat ini memiliki kemampuan mendarat di landasan pendek yang tidak beraspal, menjadikannya satu-satunya akses logistik bagi ribuan warga di pedalaman.
Namun, karakteristik operasinya yang harus mendarat di lapter terpencil juga membuatnya rentan terhadap gangguan keamanan di darat.
Pesawat PK-SNR menggunakan mesin turboprop Pratt & Whitney PT6A-140 yang memiliki tenaga 867 shp. Tenaga ekstra ini memungkinkan pesawat melakukan "quick takeoff" jika terjadi situasi darurat di landasan pacu. Sayangnya, dalam beberapa kasus serangan darat yang bersifat tiba-tiba setelah pendaratan, keunggulan teknologi ini sering kali terhambat oleh kondisi lingkungan yang asimetris.
Peristiwa penembakan di Boven Digoel menggarisbawahi beberapa poin kritis dalam operasional penerbangan perintis:
Meskipun risiko nyawa sangat besar, operasional penerbangan perintis tidak bisa dihentikan karena beberapa alasan mendasar:
Pemerintah biasanya menyiagakan personel di bandara-bandara strategis melalui Satgas pengamanan bandara, namun untuk lapter kecil di pelosok, pengamanan sering kali bergantung pada laporan intelijen dan koordinasi lokal sebelum penerbangan dilakukan.
Secara standar pabrikan, Cessna 208B tidak dilengkapi dengan lapisan antipeluru karena akan menambah bobot pesawat secara signifikan dan mengurangi kapasitas angkut logistik yang menjadi fungsi utamanya.
Tragedi PK-SNR pada Februari 2026 ini menjadi catatan kelam yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap standar pengamanan bandara-bandara perintis di Indonesia, guna melindungi para patriot udara yang menjadi penyambung hidup masyarakat pedalaman. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved