Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kumpulan Kata Kata Soekarno Paling Legendaris Pembakar Semangat

Irvan Sihombing
19/1/2026 16:31
Kumpulan Kata Kata Soekarno Paling Legendaris Pembakar Semangat
Presiden Sukarno sedang memberikan pidato di depan anggota parlemen pada acara pelantikan anggota Parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat) di Istana Negara, Jakarta, Jum'at (13/12/1957).(ANTARA FOTO/IPPHOS/ANRI)

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, atau yang akrab disapa Bung Karno, dikenal bukan hanya sebagai proklamator kemerdekaan, tetapi juga sebagai orator ulung yang mampu menggerakkan massa melalui pidato-pidatonya. Hingga hari ini, kata kata Soekarno masih sering dikutip oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga politisi, sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Retorika Bung Karno memiliki kekuatan magis yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat perjuangan yang berapi-api.

Warisan pemikiran Bung Karno tidak hanya tertuang dalam buku-buku sejarah, melainkan hidup dalam kutipan-kutipan legendaris yang relevan sepanjang masa. Bagi generasi muda yang hidup di era digital, meresapi kembali pesan-pesan Sang Fajar merupakan langkah penting untuk memahami fondasi bangsa ini. Berikut adalah kompilasi lengkap kata-kata bijak, mutiara, dan kutipan perjuangan Bung Karno yang telah kami rangkum berdasarkan tema-tema krusial kebangsaan.

Kata Kata Soekarno Tentang Pemuda dan Perubahan

Bung Karno menaruh harapan yang sangat besar kepada pemuda. Beliau menyadari bahwa energi, idealisme, dan keberanian pemuda adalah modal utama untuk membangun dan mempertahankan bangsa. Berikut adalah deretan kutipan beliau yang paling ikonik mengenai peran pemuda:

1. Kekuatan Sepuluh Pemuda

Salah satu kutipan yang paling sering terdengar setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda atau Hari Kemerdekaan adalah:

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

Makna: Kutipan ini menegaskan bahwa jumlah bukanlah segalanya. Kualitas, semangat, dan visi progresif yang dimiliki oleh pemuda memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat dibandingkan sekumpulan orang tua yang mungkin sudah mapan namun kehilangan daya juang. Soekarno percaya bahwa pemuda adalah agen perubahan yang sesungguhnya.

2. Menjadi Pemuda yang Bermanfaat

Dalam kesempatan lain, Bung Karno juga mengingatkan agar pemuda tidak hanya diam:

"Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia."

Ini adalah ajakan bertindak (call to action) bagi generasi penerus agar tidak hanya terlena dalam angan-angan, melainkan mewujudkannya dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat luas.

Kata Kata Soekarno Tentang Mimpi dan Cita-Cita

Membangun bangsa yang besar dimulai dari mimpi yang besar. Soekarno selalu mendorong rakyat Indonesia untuk tidak takut bermimpi tinggi, meskipun kondisi saat itu serba terbatas. Filosofi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun berbangsa.

  • "Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."
    Pesan ini mengajarkan kita untuk memiliki target maksimal dalam hidup. Jika kita gagal mencapai target tertinggi tersebut, pencapaian kita masih akan berada di level yang tinggi dan mulia, bukan di dasar kegagalan.
  • "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
    Kesuksesan dan kemuliaan tidak bisa diraih dengan cara instan atau tetap berada di zona nyaman. Diperlukan keberanian untuk mengambil risiko dan kerja keras yang luar biasa untuk mendapatkan hasil terbaik.

Kata Kata Soekarno Tentang Perjuangan dan Tantangan Bangsa

Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan jembatan emas menuju pembangunan bangsa. Soekarno sering mengingatkan tentang bahaya yang mengancam integrasi bangsa, baik dari luar maupun dari dalam.

1. Tantangan Melawan Bangsa Sendiri

Sebuah prediksi Bung Karno yang kini terasa sangat nyata kebenarannya adalah:

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

Analisis: Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan disintegrasi, hoaks, intoleransi, dan korupsi yang dilakukan oleh oknum bangsa sendiri. Melawan musuh yang terlihat (kolonialisme) memang berat secara fisik, namun melawan musuh tak terlihat (perpecahan internal, ego sektoral) jauh lebih menguras energi mental dan moral bangsa.

2. Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (JASMERAH)

Dalam pidato terakhirnya pada HUT RI tahun 1966, Soekarno menegaskan pentingnya sejarah:

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah."

Atau yang sering disingkat JASMERAH. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dan belajar dari masa lalu. Tanpa memahami sejarah, sebuah bangsa akan kehilangan identitas dan arah tujuannya di masa depan.

Kata Kata Soekarno Tentang Nasionalisme dan Persatuan

Sebagai negara kepulauan dengan keberagaman suku, agama, dan ras, persatuan adalah harga mati. Soekarno selalu menekankan pentingnya gotong royong dan persatuan di atas segalanya.

  • "Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!"
    Kutipan ini adalah manifestasi dari Bhinneka Tunggal Ika. Soekarno menolak keras politik identitas yang memecah belah dan menekankan kepemilikan kolektif atas negara ini.
  • "Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun."
    Mentalitas bangsa yang maju harus didasari oleh kepercayaan diri dan keberanian untuk melakukan hal yang benar demi kepentingan bersama.

Relevansi Pemikiran Soekarno di Era Modern

Mengapa kita masih perlu membaca dan merenungkan kata kata Soekarno di era teknologi ini? Jawabannya sederhana: karakter bangsa. Di tengah arus globalisasi yang menggerus identitas lokal, pemikiran Soekarno menjadi jangkar agar kita tidak terombang-ambing.

Semangat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) yang didengungkan Soekarno relevan dengan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) dan kemandirian ekonomi yang sedang digalakkan saat ini. Selain itu, konsep Trisakti Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—adalah cetak biru ideal bagi Indonesia Emas 2045.

Meneladani ucapan Bung Karno bukan berarti kita terjebak di masa lalu, melainkan mengambil api semangatnya, bukan abunya. Mari jadikan setiap kutipan beliau sebagai bahan bakar untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik