Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

45 Butir Pancasila Lengkap beserta Contoh Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-hari

Irvan Sihombing
18/12/2025 21:43
45 Butir Pancasila Lengkap beserta Contoh Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilustrasi(Antara)

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pedoman penghayatan dan pengamalannya awalnya dirumuskan dalam TAP MPR No. II/MPR/1978 (36 butir), yang kemudian diperbarui dan disempurnakan menjadi 45 butir dalam Ketetapan MPR No. I/MPR/2003. Berikut ini daftar lengkap 45 butir Pancasila beserta contoh penerapannya yang mudah dipahami oleh pelajar.

Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa (7 Butir)

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
    Contoh: Menghormati teman yang sedang beribadah.

  3. Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Bekerja sama membersihkan lingkungan tanpa memandang agama.

  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Menjaga suasana damai saat hari besar keagamaan.

  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Menjalankan ibadah tanpa memaksakan kepada orang lain.

  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
    Contoh: Tidak mengganggu kegiatan ibadah tetangga.

  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
    Contoh: Menghargai keyakinan yang dianut orang lain.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (10 Butir)

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Bersikap sopan kepada semua orang.

  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, atau kedudukan sosial.
    Contoh: Memberi kesempatan yang sama untuk berpendapat.

  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
    Contoh: Membantu teman yang kesulitan.

  4. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira.
    Contoh: Menjaga perasaan orang lain saat berbicara.

  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
    Contoh: Tidak melakukan perundungan.

  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
    Contoh: Menolong korban kecelakaan.

  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
    Contoh: Donor darah atau menjadi relawan.

  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
    Contoh: Memberi kesaksian yang jujur.

  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
    Contoh: Peduli terhadap isu kemanusiaan global.

  10. Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
    Contoh: Menghormati warga negara asing.

Sila 3: Persatuan Indonesia (7 Butir)

  1. Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
    Contoh: Mendahulukan kepentingan negara.

  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
    Contoh: Mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
    Contoh: Menggunakan produk dalam negeri.

  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
    Contoh: Menjaga nama baik Indonesia.

  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
    Contoh: Mendukung perdamaian dunia.

  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
    Contoh: Menghargai perbedaan budaya.

  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
    Contoh: Bergaul tanpa diskriminasi.

Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (10 Butir)

  1. Setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
    Contoh: Taat aturan sebagai warga negara.

  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
    Contoh: Menerima pendapat berbeda.

  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
    Contoh: Rapat kelas.

  4. Musyawarah untuk mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
    Contoh: Diskusi dengan suasana saling menghormati.

  5. Menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah.
    Contoh: Menerima hasil pemilihan.

  6. Dengan itikad baik melaksanakan keputusan musyawarah.
    Contoh: Menjalankan kesepakatan bersama.

  7. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
    Contoh: Mengalah demi kepentingan umum.

  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur.
    Contoh: Berpendapat secara rasional.

  9. Keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh: Tidak membuat keputusan yang menindas.

  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipilih.
    Contoh: Menggunakan hak pilih dalam pemilu.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (11 Butir)

35. Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan kekeluargaan dan gotong royong.
Contoh: Ikut kerja bakti membersihkan lingkungan bersama warga.

36. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Contoh: Membagi tugas kelompok secara merata tanpa pilih kasih.

37. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Contoh: Melaksanakan kewajiban belajar sebelum menuntut hak bermain.

38. Menghormati hak orang lain.
Contoh: Tidak menggunakan barang milik teman tanpa izin.

39. Suka memberi pertolongan agar orang lain dapat berdiri sendiri.
Contoh: Mengajari teman yang kesulitan belajar hingga ia bisa mandiri.

40. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
Contoh: Tidak menaikkan harga barang secara tidak wajar demi keuntungan pribadi.

41. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Contoh: Hidup sederhana dan membeli barang sesuai kebutuhan.

42. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Contoh: Tidak menutup jalan umum atau trotoar untuk kepentingan pribadi.

43. Suka bekerja keras.
Contoh: Belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita.

44. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Contoh: Tidak menyontek atau melakukan plagiarisme.

45. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Contoh: Ikut serta dalam kegiatan bakti sosial atau pemberdayaan masyarakat.

Dengan memahami dan mengamalkan 45 butir Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari, kita telah menjaga eksistensi bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Mari terapkan mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat!



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya