Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pedoman penghayatan dan pengamalannya awalnya dirumuskan dalam TAP MPR No. II/MPR/1978 (36 butir), yang kemudian diperbarui dan disempurnakan menjadi 45 butir dalam Ketetapan MPR No. I/MPR/2003. Berikut ini daftar lengkap 45 butir Pancasila beserta contoh penerapannya yang mudah dipahami oleh pelajar.
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Contoh: Menghormati teman yang sedang beribadah.
Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Bekerja sama membersihkan lingkungan tanpa memandang agama.
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Menjaga suasana damai saat hari besar keagamaan.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Menjalankan ibadah tanpa memaksakan kepada orang lain.
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Contoh: Tidak mengganggu kegiatan ibadah tetangga.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Contoh: Menghargai keyakinan yang dianut orang lain.
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Bersikap sopan kepada semua orang.
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, atau kedudukan sosial.
Contoh: Memberi kesempatan yang sama untuk berpendapat.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Contoh: Membantu teman yang kesulitan.
Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira.
Contoh: Menjaga perasaan orang lain saat berbicara.
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Contoh: Tidak melakukan perundungan.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Contoh: Menolong korban kecelakaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Contoh: Donor darah atau menjadi relawan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Contoh: Memberi kesaksian yang jujur.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Contoh: Peduli terhadap isu kemanusiaan global.
Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Contoh: Menghormati warga negara asing.
Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Contoh: Mendahulukan kepentingan negara.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
Contoh: Mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Contoh: Menggunakan produk dalam negeri.
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Contoh: Menjaga nama baik Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Contoh: Mendukung perdamaian dunia.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Contoh: Menghargai perbedaan budaya.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Contoh: Bergaul tanpa diskriminasi.
Setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Contoh: Taat aturan sebagai warga negara.
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Contoh: Menerima pendapat berbeda.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
Contoh: Rapat kelas.
Musyawarah untuk mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
Contoh: Diskusi dengan suasana saling menghormati.
Menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah.
Contoh: Menerima hasil pemilihan.
Dengan itikad baik melaksanakan keputusan musyawarah.
Contoh: Menjalankan kesepakatan bersama.
Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Contoh: Mengalah demi kepentingan umum.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur.
Contoh: Berpendapat secara rasional.
Keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Tidak membuat keputusan yang menindas.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipilih.
Contoh: Menggunakan hak pilih dalam pemilu.
35. Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan kekeluargaan dan gotong royong.
Contoh: Ikut kerja bakti membersihkan lingkungan bersama warga.
36. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Contoh: Membagi tugas kelompok secara merata tanpa pilih kasih.
37. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Contoh: Melaksanakan kewajiban belajar sebelum menuntut hak bermain.
38. Menghormati hak orang lain.
Contoh: Tidak menggunakan barang milik teman tanpa izin.
39. Suka memberi pertolongan agar orang lain dapat berdiri sendiri.
Contoh: Mengajari teman yang kesulitan belajar hingga ia bisa mandiri.
40. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
Contoh: Tidak menaikkan harga barang secara tidak wajar demi keuntungan pribadi.
41. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Contoh: Hidup sederhana dan membeli barang sesuai kebutuhan.
42. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Contoh: Tidak menutup jalan umum atau trotoar untuk kepentingan pribadi.
43. Suka bekerja keras.
Contoh: Belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita.
44. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Contoh: Tidak menyontek atau melakukan plagiarisme.
45. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Contoh: Ikut serta dalam kegiatan bakti sosial atau pemberdayaan masyarakat.
Dengan memahami dan mengamalkan 45 butir Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari, kita telah menjaga eksistensi bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Mari terapkan mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved