Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyelidikan Polri menemukan 27 sampel kayu dari DAS Garoga yang menunjukkan indikasi campur tangan manusia, termasuk dugaan kegiatan land clearing oleh sebuah perusahaan di hulu sungai. Pemeriksaan lanjutan sedang dilakukan.
Dilansir dari Antara, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Kementerian Kehutanan membentuk tim gabungan untuk menelusuri sumber kayu tersebut. Berikut lima fakta penting dari penyelidikan yang telah berlangsung.
Polri mengumpulkan 27 sampel kayu sebagai bukti awal penyelidikan. Lokasi sampel berada di sekitar posko penyidik di DAS Garoga, Tapanuli Utara.
“Di sekitar TKP ini, 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang, dan dua jembatan telah diperiksa,” jelas Brigjen Moh. Irhamni.
Sampel ini digunakan untuk melacak asal kayu yang terbawa arus banjir.
Menurut Irhamni, kayu yang ditemukan didominasi jenis karet, ketapang, dan durian.
Hasil identifikasi ahli menunjukkan kayu tersebut berasal dari:
Ada indikasi kuat keterlibatan aktivitas manusia.
Selain barang bukti kayu, tim telah meminta keterangan dari kepala desa dan saksi-saksi untuk memahami aktivitas di hulu sungai sebelum banjir terjadi.
Keterangan warga menjadi bagian penting untuk memastikan gambaran kejadian.
Dittipidter menduga adanya pembukaan lahan (land clearing) oleh perusahaan PT TBS di hulu Sungai Garoga.
“Penyelidikan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan perusahaan yang terindikasi melakukan land clearing,” ujar Irhamni.
ktivitas perusahaan berpotensi terkait dengan banyaknya kayu gelondongan yang hanyut.
Polri bersama Kementerian Kehutanan membentuk tim gabungan untuk memperkuat investigasi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan:
“Jika ditemukan pelanggaran, akan diproses oleh kepolisian.”
Penegakan hukum akan dilakukan bila bukti pelanggaran terbukti.
1. Apa penyebab kayu gelondongan muncul saat banjir?
→ Indikasi adanya aktivitas manusia seperti land clearing dan penggunaan alat berat di hulu sungai.
2. Siapa yang diselidiki?
→ Perusahaan PT TBS, yang diduga membuka lahan di hulu DAS Garoga.
3. Apa tindakan Polri?
→ Mengambil 27 sampel kayu, memeriksa saksi, dan membentuk tim gabungan dengan Kemenhut.
4. Apakah akan ada proses hukum?
→ Ya, jika terbukti melanggar, kasus akan diproses oleh Polri. (Ant/Z-10)
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana banjir bandang di Sumatra.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya penanganan kayu gelondongan sisa bencana Sumatra, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
KEMENTERIAN Kehutanan mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat banjir di Sumatra, tepatnya di Aceh Utara, Aceh, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved