Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menhan Sjafrie Bertemu Menhan India, Perdalam Kerja Sama Pertahanan

Rahmatul Fajri
28/11/2025 12:57
Menhan Sjafrie Bertemu Menhan India, Perdalam Kerja Sama Pertahanan
Ilustrasi(Dok ist)

MENTERI Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan India menggelar Dialog Tingkat Menteri Pertahanan Ketiga di India, Kamis (27/11). Pertemuan ini menegaskan kembali kemitraan strategis kedua negara sekaligus memperdalam kerja sama pertahanan.

Sjafrie mengatakan dalam dialog tersebut, kedua pihak mengenang kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan utama pada perayaan Hari Republik India, Januari lalu. Diskusi antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri India Narendra Modi disebut telah memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, termasuk partisipasi 352 personel TNI dalam parade Hari Republik.

Sedangkan, sorotan utama pertemuan meliputi Indo-Pasifik, menjaga kawasan yang bebas, damai, dan stabil dengan dukungan AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific) dan IPOI (Indo-Pacific Ocean Initiative). 

"Sebagai dua kekuatan maritim utama di Indo-Pasifik, Indonesia dan India menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama pertahanan yang konkret dan saling menguntungkan-mulai dari keamanan maritim, pertukaran perwira, latihan bersama, hingga penguatan industri pertahanan," kata Sjafrie melalui keterangannya, Jumat (28/11).

Sjafrie mengatakan pihaknya juga membahas kerja sama pertahanan yang meliputi penegasan kembali perjanjian kerja sama pertahanan, serta rencana pembentukan JDICC untuk kolaborasi industri pertahanan, transfer teknologi, dan litbang bersama. Selain itu, diskusi tersebut mengarah kepada peningkatan latihan militer, keamanan maritim, teknologi dan kesehatan militer.

Sjafrie mengatakan dalam pertemuan itu juga membahas isu global seperti dukungan terhadap perdamaian Palestina dan kesiapan Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza di bawah mandat PBB.

"Diplomasi pertahanan bukan hanya soal alutsista, tetapi tentang membangun kepercayaan, perdamaian, dan masa depan kawasan Indo-Pasifik yang aman, terbuka, dan stabil," katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya