Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memang sangat memerhatikan detail. Itu pula yang ia tunjukkan saat mengunjungi Batalion Infanteri (Yonif) TP 857/Gana Gajahsora, di Pidie, Aceh, Minggu (16/11).
Tidak sekadar puas mendengar paparan dari komandan, Sjafrie pun blusukan ke tempat-tempat yang digunakan sebagai sarana pendukung prajurit. Di Yonif 857 yang baru dibentuk itu, ia ingin memastikan bahwa semua sistem berjalan sesuai dengan standar operasi, termasuk dalam hal penyediaan makanan buat prajurit.
"Tiap-tiap prajurit dipotong Rp40 ribu untuk makan mereka. Maka, menu dan porsi makanan harus benar-benar sesuai. Tidak boleh prajurit makan yang tidak sesuai dengan porsi dan tidak sehat," kata Menhan yang dalam kunjungan itu didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Muhammad Saleh Mustafa.
Beberapa instruksi serius pun disampaikan Menhan saat kunjungan singkat ke dapur tersebut. "Pertama, telur jangan didadar. Telur boleh diceplok atau direbus, yang penting jangan didadar. Kenapa? Kalau didadar, bisa saja nanti telur satu dibagi-bagi lagi. Kalau dimasak utuh atau diceplok, satu telur untuk satu prajurit," kata Menhan.
Instruksi kedua, ayam satu ekor tidak boleh dipotong menjadi 10 bagian. "Satu ekor ayam dipotong menjadi delapan bagian saja. Kalau dipotong 10 seperti ini, terlalu kecil. Selain itu, satu prajurit harus mendapatkan dua tempa atau tahu, tidak boleh hanya satu," lanjut Sjafrie.
Instruksi ketiga, "Minyak goreng tidak boleh dipakai berkali-kali hingga hitam seperti ini. Tidak sehat ini. Ini bukan minyak goreng lagi. Ini jelantah namanya (minyak goreng buangan)," papar Sjafrie saat mendapati minyak goreng di dapur untuk prajurit yang sudah berwarna hitam.
Pesan itu kembali Menhan sampaikan saat memberikan pengarahan di depan lebih dari 500 prajurit Yonif TP 857 saat hendak santap siang bersama. Pesan Menhan sama persis, yang disambut serentak para komandan dan prajurit. "Ingat, tugas kalian tidak ringan. Kalian semua mengemban misi mempertahankan NKRI dari berbagai ancaman dan rongrongan. Kalian juga harus bahu-membahu bersama rakyat. Jangan menyakiti rakyat," kata Menhan.
Sjafrie juga berpesan agar antarprajurit TNI yang beragam asal-usul tersebut bersatu. "Jangan berantem dengan sesama anggota TNI. Juga, ingat, jangan berantem dengan polisi. Semua harus bersatu," sambung Menhan Sjafrie.
Dalam kunjungan beserta rombongan tersebut, Menhan Sjafrie mengendarai pesawat angkut berat dan latih terbaru milik TNI, yakni Airbus A-400 buatan Eropa yang baru digunakan ke Aceh itu. Biasanya rombongan kunjungan TNI selalu menggunakan pesawat Hercules buatan Amerika Serikat. Menhan mengatakan, TNI baru saja membeli dua pesawat angkut berat dan latih Airbus A-400 yang bisa mengakut lebih dari 100 prajurit tersebut.
Kunjungan Menhan tersebut merupakan bagian dari peninjauan batalion yang rencananya akan dihadirkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 514 wilayah. Selain itu, jumlah batalion akan ditambah sebagai cadangan, sehingga total yang akan dibentuk mencapai 750 batalion hingga 2029 nanti.
Satu batalion terdiri dari 600 hingga 1.000 prajurit. Jika ditambah dengan 120 batalion yang saat ini ada, maka pada 2029 nanti TNI akan memiliki 870 batalion, dengan anggota sekitar 800 ribu prajurit. Tahun 2025 ini diperkirakan batalion yang dibentuk mencapai 150 batalion, termasuk Yonif 857 Pidie, Aceh yang dikunjungi Minggu pagi hingga siang kemarin.
Tiap-tiap batalion memiliki berbagai unit selain tempur yang mesti diusahakan secara mandiri, seperti unit ketahanan pangan yang terdiri dari pengelolaan ternak, perikanan, dan koperasi. Biaya operasional satu batalion minimal Rp2,1 miliar per tahun, seperti yang dianggarkan untuk Yonif 857 di Aceh tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved