Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata atau tête-à-tête dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Abdullah II ibn Al Hussein. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
Pertemuan ini digelar setelah keduanya mengikuti upacara kenegaraan di depan Istana Merdeka. Presiden Prabowo menyambut hangat kedatangan Raja Abdullah II saat memasuki ruang kerjanya.
Keduanya sempat berfoto bersama di hadapan awak media sebelum melanjutkan pertemuan tertutup. Prabowo dan Raja Abdullah II duduk di sofa berwarna coklat yang saling bersebalahan.
Seusai agenda tête-à-tête, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral yang melibatkan sejumlah delegasi dari masing-masing negara.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, berbagai isu dan peluang kerja sama akan dibahas. Setelahnya, kedua pemimpin negara direncanakan menggelar konferensi pers bersama.
Adapun delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo meliputi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Bob/P-3)
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini bertujuan memperkuat sinergi kebijakan serta menyelaraskan program pembangunan nasional dengan kebutuhan daerah.
Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam membangun ASEAN sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.
Menurut Abraham, pertemuan tersebut berjalan santai dan penuh dialog. Presiden Prabowo, kata dia, kerap menyelingi diskusi serius dengan candaan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Indonesia tidak lagi hanya bertindak sebagai pendukung pasif, melainkan mengambil peran krusial dalam menengahi konflik demi hak-hak rakyat Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved