Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata atau tête-à-tête dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Abdullah II ibn Al Hussein. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
Pertemuan ini digelar setelah keduanya mengikuti upacara kenegaraan di depan Istana Merdeka. Presiden Prabowo menyambut hangat kedatangan Raja Abdullah II saat memasuki ruang kerjanya.
Keduanya sempat berfoto bersama di hadapan awak media sebelum melanjutkan pertemuan tertutup. Prabowo dan Raja Abdullah II duduk di sofa berwarna coklat yang saling bersebalahan.
Seusai agenda tête-à-tête, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral yang melibatkan sejumlah delegasi dari masing-masing negara.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, berbagai isu dan peluang kerja sama akan dibahas. Setelahnya, kedua pemimpin negara direncanakan menggelar konferensi pers bersama.
Adapun delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo meliputi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Bob/P-3)
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Prasetyo menegaskan bahwa fokus utama Presiden adalah perbaikan dan percepatan pembangunan.
Sejak awal Presiden Prabowo memberikan penekanan agar pembangunan fasilitas inti pemerintahan di IKN dipercepat. Fokus utama diarahkan pada pembangunan gedung.
Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah koreksi, terutama terkait desain dan fungsi bangunan. Menurut Prasetyo, koreksi itu bersifat perbaikan untuk mendukung percepatan pembangunan.
Inisiatif pemerintah melalui Sekolah Rakyat ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha dan praktisi pengembangan sumber daya manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved