Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Alumni Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (IKA Sosiologi UNJ) menyampaikan pernyataan resmi terkait situasi sosial-politik terkini terkait aksi demonstrasi besar di sejumlah daerah yang terjadi sepanjang pekan ini.
Para alumni mendesak penegakan hukum yang tegas terkait meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan. Mereka menekankan agar peristiwa yang terjadi menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat negara.
“Meminta semua pihak terutama para pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif dan aparatur negara, memaknai setiap peristiwa yang telah terjadi sebagai momentum korektif dan mengembalikan kesadaran penuh untuk mengabdi kepada rakyat dan mengutamakan kesejahteraan rakyat," kata Ketua IKA Sosiologi UNJ, Wahyu Pratama Tamba, dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (31/8).
IKA Sosiologi UNJ menyoroti tindakan aparat yang dinilai berlebihan dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Mereka mengecam tindakan represif dan brutalitas personel Polri dalam pengamanan aksi demonstrasi di berbagai daerah.
"Pada prinsipnya, aksi penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara dan tidak boleh dihalangi dengan alasan apapun, termasuk alasan administratif dan normatif, karena sesungguhnya kepentingan rakyat lebih utama daripada semua itu,” tulis pernyataan tersebut.
Mereka juga menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan yang menjadi korban setelah tertabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob Polri. Lebih jauh, alumni Sosiologi UNJ mendesak adanya langkah hukum tegas terhadap personel aparat yang terlibat.
“Untuk itu, kami mendesak pimpinan Polri untuk segera menegakkan sanksi tegas dan keras kepada 7 (tujuh) personil Brimob yang berada di dalam kendaraan rantis, dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan sanksi hukum pidana penghilangan nyawa warga sipil.”
Selain itu, Ikatan Alumni Sosiologi UNJ juga meminta Komnas HAM turun tangan memastikan perlindungan hak-hak warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Alumni juga menyinggung pentingnya peran aparat hukum dalam menjaga kebebasan berekspresi.
“Secara khusus aparatur penegakan hukum, untuk tidak melakukan tindakan apapun yang merendahkan dan mengekang kebebasan berekspresi, berpendapat setiap warga negara segala elemen baik itu buruh, mahasiswa, dan lainnya.”
Tak hanya itu, para alumni mengingatkan agar kampus tidak membatasi peran mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi. Mereka juga berpesan kepada para peserta aksi agar tetap fokus pada tuntutan rakyat serta menghindari aksi anarkis.
“Bagi peserta aksi, tetap fokus pada tuntutan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, tidak melakukan kekerasan dan perusakan fasilitas umum," imbuh pernyataan tersebut. (P-4)
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
Aksi solidaritas ini menjadi gambaran bahwa masyarakat dan aparat memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga ketertiban dan menciptakan kedamaian.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kepedulian terhadap para korban demo yang berujung ricuh, dengan menyiapkan berbagai bantuan yang dibutuhkan korban dari aparat dan sipil
Presiden merujuk pada dokumen HAM internasional yang diatur dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meminta aparat tindak tegas pelaku penjarahan yang mengancam keselamatan pribadi dan aset negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved