Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto dan pendahulunya, Joko Widodo, memberikan sinyal bahwa hubungan keduanya baik-baik saja. Kunjungan Prabowo ke Jawa Tengah selama dua hari, sejak Minggu (20/7) sampai Senin (21/7) menunjukkan keakraban, baik di kediaman Jokowi sampai Lanud Adi Soemarmo. Direktur Eksekutif Triaspols Agung Baskoro mengatakan Prabowo dan Jokowi ingin memberikan pesan kepada publik relasi keduanya tidak bermasalah.
"Secara eksternal, mengirimkan pesan ke publik bahwa relasi keduanya baik-baik saja tak seperti rumor spekulatif selama ini yang dihembuskan pihak-pihak diseberang kekuasaan," katanya kepada Media Indonesia, Selasa (22/7).
Adapun secara internal, Agung menjelaskan bahwa keakraban yang ditunjukkan keduanya dapat dibaca sebagai upaya menyolidkan Kabinet Merah Putih yang sebagian sebagian anggotanya didukung oleh Jokowi.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga merupakan anak sulung dari Jokowi. Menurut Agung, sejak awal Prabowo ingin merangkul semua pihak, termasuk menjaga hubungan dengan semua mantan presiden atau poros politik manapun.
"Agar ia bisa menerima kritik dan masukan dari segala sisi," terangnya.
Hubungan Prabowo dengan mantan Presiden sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat membayangi relasi terhadap Jokowi. Pasalnya, Jokowi yang pada Pilpres 2014 dan 2019 didukung PDI Perjuangan, pada Pilpres 2024 justru memberikan dukungannya kepada Prabowo-Gibran. Jelang Pilpres 2024, PDI Perjuangan juga memecat Jokowi dari keanggotaan partai bersama anak dan menantunya. (H-4)
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menempatkan Inggris sebagai mitra yang sangat strategis, terutama dalam mendukung akselerasi ekonomi nasional.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Prasetyo menegaskan bahwa fokus utama Presiden adalah perbaikan dan percepatan pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved