Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS hakim memerintahkan jaksa mengembalikan iPad dan laptop milik eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. Alat elektronik itu disita saat digunakan Tom di kamar penjaranya.
“(Dikembalikan) karena bukan digunakan untuk melakukan tindak pidana,” kata Hakim Alfis Setyawan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (18/7).
Dua alat elektronik itu dinilai tidak berkaitan dengan kasus korupsi importasi gula yang menjerat Tom. Barang itu itu dinilai hakim tidak dibeli dengan uang terkait perkara ini.
“Bukan merupakan hasil tindak pidana, maka, terhadap barang bukti tersebut dikembalikan kepada terdakwa,” ujar Alfis.
Dua barang itu diperintahkan hakim dikembalikan melalui kuasa hukum yang mewakili Tom. Dalam kasus ini, eks Mendag itu divonis empat tahun enam bulan penjara.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 18 Juli 2025.
Tom juga diberikan denda sebesar Rp750 juta. Uang itu wajib dibayarkan dalam waktu sebulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap, atau pidana penjaranya ditambah.
"Subsider enam bulan kurungan," ujar Dennie. (Can/P-3)
Pemulihan aset negara bukan sekadar menyita lalu melelang. Terdapat proses panjang dan penuh kendala hukum yang harus dilalui aparat.
Empat terdakwa kasus dugaan korupsi kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan pada 2015–2016 menjalani sidang pembacaan tuntutan.
Keputusan pemangku kepentingan ini diharap menjadi evaluasi penegakan hukum ke depannya.
Komjak menilai tidak ada pelanggaran atau penyimpangan yang ditemukan dalam perkara korupsi impor gula dengan terdakwa Tom Lembong. Pernyataan Komjak disayangkan
Tom dinyatakan bersalah dalam kasus ini. Dia divonis penjara selama empat tahun dan enam bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved