Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

JK: Bukan Berarti Situasi Ibu Kota Darurat

Christian Dior
01/11/2016 22:25
JK: Bukan Berarti Situasi Ibu Kota Darurat
(ANTARA FOTO/Fadil)

PRESIDEN RI ke-6 Susilo Bambang Yudhyono menyambangi rumah dinas Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta, Selasa (1/11) malam. Begitu tiba, SBY langsung disambut Kalla. Keduanya menggelar pertemuan selama lebih dari 45 menit.

Seusai pertemuan, Kalla mengatakan, keduanya sempat berbincang mengenai sejumlah isu nasional terbaru. Salah satu yang dibicarakan ialah terkait rencana aksi unjuk rasa sejumlah ormas Islam yang bakal digelar di Jakarta pada 4 November mendatang.

"Kita berbicara kondisi hari ini dengan harapan bahwa kejadian unjuk rasa dua hari akan datang, tanggal 4 nanti, berlangsung dengan baik. Kita koordinasilah masing-masing," ujar Kalla.

Kalla mengatakan, SBY menyampaikan sejumlah saran untuk menjaga agar aksi unjuk rasa berjalan dengan tenang. "Beliau (SBY) kan 10 tahun di pemerintahan, di militer juga lama. Berikan saran-saran bagaimana kita koordinasi. Jangan terjadi waktu Trisakti dan lainnya. Beliau juga bilang (Partai) Demokrat juga akan lebih soft," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan SBY sebagai penggerak aksi unjuk rasa, Kalla mengatakan, keduanya tidak membahas soal itu. "Tapi, saya tidak percaya (terhadap isu itu)," ujarnya.

Kalla menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan pengamanan terpadu untuk menghadapi aksi unjuk rasa. Pasukan brigade mobil (Brimob) dari sejumlah daerah juga telah ditarik ke Ibu Kota untuk memperkuat pengamanan aksi nanti.

Namun demikian, Kalla mengatakan, bukan berarti situasi di Ibu Kota telah darurat. "Tapi, karena jumlahnya banyak tentu harus mempersiapkan diri. Kita tidak mau terulang peristiwa-peristiwa sebelumnya. Tapi, aparat tidak akan ofensif. Hanya untuk menjaga saja." cetusnya.

Kalla mengatakan, pemerintah siap mendengarkan dan menerima tuntutan para pengunjuk rasa. Karena itu, ia mengimbau agar para pengunjuk rasa tertib dalam aksinya. "Jangan terjadi pengrusakan, konflik dengan keamanan atau apapun. Pemerintah siap menerima tuntutan para pengunjuk rasa," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya