Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Alifudin mengkritik kelalaian pemerintah terkait peristiwa peretasan yang terjadi di Pusat Data Nasional (PDN). Menurutnya, pemerintah tidak memandang penting data pribadi rakyatnya sendiri.
“Kok bisa sekelas pemerintah tidak melakukan back-up data atau salin data sewaktu-waktu terjadi hal seperti ini. Artinya pemerintah memang tidak menganggap kita (rakyat) itu penting kan? Kacau sekali ini, Kominfo harusnya bertanggung jawab untuk peretasan data di PDN,” ucap Alifudin, Senin (1/7).
Anggota Komisi IX DPR ini meminta pertanggungjawaban pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Baca juga : Keputusan Memberhentikan Menkominfo Budi Arie Setiadi adalah Hak Presiden
“Peretasan ini mengakibatkan akhirnya data penting dicuri atau dihapus. Salah satu lembaga yang berdampak dari peretasan ini adalah BPJS, bisa saja kan informasi pribadi peserta jadi target peretasan juga. Akhirnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menurun,” cetusnya.
Jika peretasan mengakibatkan pencurian atau penghapusan data yang penting, salah satu yang berdampak adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Menurutnya data-data sensitif seperti informasi pribadi peserta jaminan sosial bisa menjadi target utama peretas, dan kehilangan data ini bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap BPJS.
“Kalau kalian lihat berita, Menkominfo bilang sulit lakukan back-up data karena kekurangan anggaran, tetapi Menkeu memberi dana 700 miliar ke PDN. Ini gimana lho pemerintah, dana sebesar itu seharusnya bisa dong untuk mengatasi serangan siber kecuali duitnya lari kemana itu kita tidak tahu ya.” tambahnya.
Dia menekankan pentingnya pemerintah segera mengatasi kelemahan keamanan di PDN dengan langkah konkret dan segera, sebagai upaya untuk melindungi data sensitif rakyat dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Sru/Z-7)
DINAS Rahasia AS tengah menyelidiki gangguan pada eskalator dan teleprompter saat kunjungan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump ke Sidang Majelis Umum PBB.
Fitur ini disebut Memory Integrity Enforcement (MIE), dirancang untuk menghentikan bug kerusakan memori, salah satu kerentanan paling umum yang dieksploitasi pengembang spyware
Google bantah kabar peretasan gmail. Perusahaan ini menegaskan sistem keamanan mereka masih tangguh.
Anthropic mengungkap AI Claude disalahgunakan peretas, termasuk Korea Utara, untuk serangan siber, pencurian data, hingga penipuan kerja jarak jauh.
"Berdasarkan hasil penelusuran dan validasi yang telah kami lakukan, kami memastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar itu tidak benar,"
Maskapai Qantas mengalami serangan siber yang menyasar sistem layanan pelanggan milik pihak ketiga.
Sistem BPI sudahdipulihkan lebih cepat dari target yang diberikan pemerintah.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika Hokky Situngkir menyebutkan bahwa pusat data nasional (PDN) di Cikarang, Jawa Barat disiapkan.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mempertanyakan kelanjutan kinerja pemerintah dalam mengatasi serangan siber pada PDNS 2 yang sudah empat pekan berlalu.
KABARESKRIM Polri Komjen Wahyu Widada merespons peretasan sistem pusat data nasional (PDN) Kominfo. Wahyu menyebut proses penegakan hukum kejahatan siber ransomware tak mudah.
Secara bertahap beberapa layanan publik pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 telah pulih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved