Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI masyarakat (ormas) baik yang berlatar belakang keagamaan maupun lainnya perlu menjaga netralitas dalam pemilu. Meski tidak ada larangan, ormas sebagai sebuah institusi jangan dijadikan alat politik.
"Ya saya kira semua ormas, bukan hanya ormas Islam saja, harus netral, tidak boleh terlibat dalam politik praktis, dukung mendukung baik terhadap capres cawapres maupun terhadap partai. Jika bukan atas nama lembaga atau ormas, silahkan terlibat dalam politik praktis, sebagai timses atau sejenisnya," ujar pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Lili Romli kepada Media Indonesia, Senin (1/5).
Pengaruh ormas seperti ormas Islam tentu sangat besar terhadap anggota maupun masyarakat umum. Ketika pimpinan ormas dekat dengan partai atau capres tertentu, bahkan hingga secara terang-terangan menyatakan dukungan, maka para anggota atau masyarakat umum juga akan mudah terpengaruh.
Baca juga: PDI Perjuangan Jalin Komunikasi dengan GP Ansor
Dia menegaskan, sebagai institusi yang bersifat sukarela, harusnya ormas mengutamakan gerakan moral. Sementara hal-hal yang berbau politik sebenarnya hanya demi kepentingan pihak-pihak tertentu saja.
"Ormas bukanlah lembaga politik untuk meraih kekuasaan seperti parpol. Ormas merupakan institusi yang terdiri dari orang-orang yang bergabung bersifat sukarela, bagian dari kekuatan civil society yang mengutamakan gerakan moral, bukan politik praktis," kata Lili.
Baca juga: Usai Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Peneliti BRIN Minta Perlindungan dari Kelompok Tertentu
Sejauh ini, ormas islam seperti Muhammadiyah memang sudah mengatakan sikap netral. Mereka tidak ingin menjadi alat partai politik tertentu. Hal serupa juga perlu dilakukan ormas lainnya.
"Bahwa kemudian sebuah partai memiliki basis massa islam tertentu, itu sah-sah saja dan dibolehkan. Dan sebuah partai harus memiliki basis massa kalau tidak maka tidak akan mendapat dukungan. Yang penting ormas itu sendiri sebagai sebuah institusi harus netral bukan menjadi alat politik," tandasnya. (Van/Z-7)
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir minta masyarakat tak persoalkan perbedaan Idul fitri 1447 H. Ia dorong kalender global tunggal sebagai solusi masa depan.
Dalam khutbah Idulfitri 1447 H di UMY, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan ibadah Ramadan harus melahirkan perubahan perilaku nyata.
Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan shalat Idul Fitri di Lapangan Puputan Margarana.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
PELUNCURAN NU Harvest Maslaha dan Sharia Global Services menandai fase baru keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) di arena ekonomi, tepat ketika NU memasuki usia satu abad.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
PRESIDEN Prabowo mengatakan peran strategis NU berperan dalam menjaga pilar kebangsaan melalui persatuan
PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim bahwa Indonesia pertama kali menjadi yang memiliki lahan di Mekah, Arab Saudi. Tanah tersebut akan digunakan untuk Kampung Haji Indonesia
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapannya untuk masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved