Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI masyarakat (ormas) baik yang berlatar belakang keagamaan maupun lainnya perlu menjaga netralitas dalam pemilu. Meski tidak ada larangan, ormas sebagai sebuah institusi jangan dijadikan alat politik.
"Ya saya kira semua ormas, bukan hanya ormas Islam saja, harus netral, tidak boleh terlibat dalam politik praktis, dukung mendukung baik terhadap capres cawapres maupun terhadap partai. Jika bukan atas nama lembaga atau ormas, silahkan terlibat dalam politik praktis, sebagai timses atau sejenisnya," ujar pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Lili Romli kepada Media Indonesia, Senin (1/5).
Pengaruh ormas seperti ormas Islam tentu sangat besar terhadap anggota maupun masyarakat umum. Ketika pimpinan ormas dekat dengan partai atau capres tertentu, bahkan hingga secara terang-terangan menyatakan dukungan, maka para anggota atau masyarakat umum juga akan mudah terpengaruh.
Baca juga: PDI Perjuangan Jalin Komunikasi dengan GP Ansor
Dia menegaskan, sebagai institusi yang bersifat sukarela, harusnya ormas mengutamakan gerakan moral. Sementara hal-hal yang berbau politik sebenarnya hanya demi kepentingan pihak-pihak tertentu saja.
"Ormas bukanlah lembaga politik untuk meraih kekuasaan seperti parpol. Ormas merupakan institusi yang terdiri dari orang-orang yang bergabung bersifat sukarela, bagian dari kekuatan civil society yang mengutamakan gerakan moral, bukan politik praktis," kata Lili.
Baca juga: Usai Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Peneliti BRIN Minta Perlindungan dari Kelompok Tertentu
Sejauh ini, ormas islam seperti Muhammadiyah memang sudah mengatakan sikap netral. Mereka tidak ingin menjadi alat partai politik tertentu. Hal serupa juga perlu dilakukan ormas lainnya.
"Bahwa kemudian sebuah partai memiliki basis massa islam tertentu, itu sah-sah saja dan dibolehkan. Dan sebuah partai harus memiliki basis massa kalau tidak maka tidak akan mendapat dukungan. Yang penting ormas itu sendiri sebagai sebuah institusi harus netral bukan menjadi alat politik," tandasnya. (Van/Z-7)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
KETUA Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulul Abshar Abdalla menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan bermasyarakat. Ia turut menyayangkan soal laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
PENGASUH dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengatakan kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono seharusnya tidak menjadi laporan pidana.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved