Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI Indikator Politik Indonesia terbaru menempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) dengan kenaikan elektabilitas yang signifikan.
Berdasarkan simulasi lima nama cawapres yakni Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Khofifah Indar Parawansa, elektabilitas Erick Thoir naik signifikan dari 12,9% pada November 2022 kini mencapai 17,6%.
Nama Ridwan Kamil sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi 22% mengalami tren menurun jika dibandingkan dengan periode November 2022 sebesar 25,2%.
Nama calon yang lain juga terus bergerak naik yakni Sandiaga S Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga: Kenaikan Elektabilitas Erick Thohir Bukti Adanya Kinerja Positif
Andy Fefta Wijaya, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, menilai kenaikan elektabilitas Erick secara signifikan karena ia berhasil menjadi Ketua Pelaksana Harlah NU dan Ketua Umum PSSI.
Keberhasilan itu berdampak signifikan bagi elektabilitas Erick di mata publik. Sebab ketika Erick menjadi Ketua Pelaksana Harlah NU dan Ketua Umum PSSI, media banyak meliput kegiatannya.
“Kalau untuk kinerja beliau di BUMN, memang ada yang menilai berhasil dan ada yang menilai sebaliknya. Selain itu, yang mengerti mengenai kinerja positif Erick di BUMN adalah kalangan menengah atas dan pebisnis," kata Andy melalui keterangannya, Senin (27/3).
"Adapun yang disurvei oleh Indikator adalah semua lapisan masyarakat. Saya yakin elektabilitas Erick akan terus naik. Pemimpin nasional berhasil muncul karena prestasi menyelesaikan tugas besar. Ketika mampu menyelesaikan tugas dengan baik, kepemimpinan Erick teruji dan bisa jadi pemimpin nasional berikutnya,” kata Andy.
Baca juga: Erick Thohir Jadi Cawapres Terkuat karena Kinerja
Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan dengan wawancara tatap muka pada 9-16 Februari 2023 dan 12-18 Maret 2023.
Total sampel responden yang diwawancarai secara valid pada survei Februari 2023 berjumlah 1.200 orang, dengan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Dalam survei periode 12-18 Maret 2023, ada 800 responden yang terlibat. Margin of error pada survei ini sebesar 3,5% dengan tingkat kepercayaan 95%. (RO/S-2)
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengapresiasi putusan MK yang menghapus ambang batas presiden (presidential threshold)
MAJELIS hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan membacakan putusan soal gugatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kamis (10/10)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved