Kamis 19 Januari 2023, 14:36 WIB

JPU Tidak Berkewajiban Buktikan Perselingkuhan Putri-Brigadir J

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
JPU Tidak Berkewajiban Buktikan Perselingkuhan Putri-Brigadir J

MI/ Moh Irfan
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi.

 

JAKSA penuntut umum (JPU) tidak berkewajiban membuktikan perselingkuhan yang dilakukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dalam persidangan. Hal itu ditegaskan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Fadil Zumhana.

Menurut Fadil, dirinya sempat memanggil JPU yang menguak motif perselingkuhan Putri. Ia mengatakan, motif perselingkuhan disematkan JPU berdasarkan ahli poligraf. Hal tersebut dinilainya sah.

"Ada bumbu dari poligraf, tingkat kebohongan. Jaksa itu boleh memasukan dalam salah satu alinea tuntunannya, nggak apa-apa," kata Fadil di Kompleks Kejagung, Jakarta, Kamis (19/1).

"Tapi bukan kami mendakwa selingkuh, kami tetap mendakwa PC (Putri) itu pembunuhan berencana," sambungnya.

Sejak awal perkara itu dilimpahkan ke jaksa dalam tahap prapenuntutan, Fadil menegaskan pihaknya tidak memerlukan motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat. Motif tersebut, lanjutnya, hanya diketahui terdakwa dan tuhan.

Baca juga: Ini Penjelasan Kejagung atas Pertimbangan Tuntutan Pembunuhan Brigadir J

"Tapi fakta yang dihadiri jaksa bukan masalah perselingkuhan, masalah pembunuhan berencana. Tapi ada poligraf bicara gitu kita hargai pembicara poligraf itu," tandas Fadil.

Dalam surat tuntutan yang telah dibacakan di persidangan, JPU menyimpulkan tidak ada unsur pemerkosaan atau pelecehan seksual yang dilakukan Yosua terhadap Putri. Alih-alih, JPU menyebut peristiwa di Magelang, Jawa Tengah, adalah perselingkuhan.

"Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 7 Juli 202 sekira sore hari di rumah FS (Sambo) do Magelang, terjadi perselingkuhan antara korban J (Yosua) dan saksi PC," tandas Fadil.

JPU menuntut Putri pidana penjara 8 tahun. Tuntutan itu setara dengan dua terdakwa lainnya, yaitu Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal. Adapun suami Putri, Sambo, dituntut pidana seumur hidup, sedangkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu pidana penjara 12 tahun.(OL-4)

Baca Juga

DOK MI

PKS Tegaskan Sikap Dukung Anies Baswedan Jadi Capres

👤Widhoroso 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:50 WIB
WAKIL Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan sikap partainya mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta...
Muhammad Iqbal

Hendra Kurniawan Dituntut Tiga Tahun Penjara Dan Denda Rp20 Juta

👤Irfan Julyusman 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:43 WIB
JAKSA penuntut umum menuntut Hendra Kurniawan dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 20...
DOK MI.

Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Singgung Pilpres 2024

👤Valerie Augustine Budianto 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:38 WIB
Pertemuan sekitar satu jam tersebut merupakan bagian dari silaturahmi dan ibarat kangen-kangenan antara kakak dan adik yang lama tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya