Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pembina Yayasan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraeni menyoalkan masa kampanye pada Pemilu 2024 yang singkat, yakni 75 hari. Durasi itu sangat pendek jika dibanding masa kampanye pada Pemilu 2019.
Padahal, lanjut Titi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan partai politik peserta pemilu beserta nomor urutnya sejak 14 Desember 2022. Ia menilai ada ruang kosong yang cukup panjang bagi parpol melakukan kegiatan elektoralnya sampai masa kampanye efektif dimulai pada 28 November mendatang.
"Apakah misalnya biarkan kalau mereka berkampanye, kita pidanakan? Kampanye di luar jadwal itu lumayan pidananya. Apakah kita mau overkriminalisasi, penjara kita bikin penuh?" kata Titi dalam sebuah diskusi politik yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/1).
Alih-alih, Titi berpendapat, seharusnya KPU memfasilitasi ruang-ruang politik untuk mengemukakan gagasan para peserta pemilu. Selain bagi parpol peserta pemilu, ruang itu juga dibutuhkan bagi para bakal calon presiden yang telah dijagokan oleh parpol.
Biar bagaimana pun, lanjut Titi, parpol mengeluarkan uang dalam rangka sosialisasi bakal calon presiden sebelum masa kampanye efektif dimulai. Dalam hal ini, akuntabilitas pendanaan sosialisasi perlu diketahui masyarakat.
Baca juga: KPK: Lukas Enembe Contoh Pejabat Ugal-ugalan
"Akuntabilitas pendanaan itu penting bagi publik supaya publik tau aliran dana yang memfasilitasi pembiayaan orang yang bakal jadi capres itu dari mana," terangnya.
Dalam acara yang sama, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin justru menilai nihilnya aturan sosialiasi sebelum kampanye menguntungkan. Sebab, waktu kampanye yang singkat dinilai tidak efektif untuk menyosialisasikan gagasan capres ke seluruh Indonesia
"Sebenernya lebih enak. enaknya karena tidak diatur, jadi sebelum kontestasi itu berlangsung, semuanya serba masih bebas karena main di grey area," ujarnya.
"Kalau melihat masa efektivitas kampanye cuma 2,5 bulan, itu nonsense lah kalau kita ngomongin 500 sekian, provinsi kabupaten/kota, karena begitu banyak yang bisa digali dari para capres tersebut," tandas Nurul.(OL-4)
inDrive berupaya menjawab tantangan lonjakan permintaan penumpang di Bandung yang belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan armada,
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Revisi UU Pemilu, pergeseran fokus dari sanksi pidana ke sanksi administratif yang dinilai lebih memberikan efek jera kepada peserta pemilu.
Kampanye di era digital menuntut kreativitas, komunikasi yang lebih terbuka, serta kemampuan membaca karakter pemilih.
BLP Beauty, merek kecantikan lokal yang didirikan oleh Lizzie Parra, bekerja sama dengan Du Anyam, sebuah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan
WARGA Jakarta dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa pada Jumat, (18/7). Tiga unit mobil sport supercar dengan desain visual mencolok, bersama tiga truk LED bergaya futuristik,
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved