Kamis 05 Januari 2023, 19:20 WIB

Pengacara Sayangkan JPU tak Hadirkan Saksi Ahli di Persidangan Kasus Brigadir J

Khoerun Nadif Rahmat | Politik dan Hukum
Pengacara Sayangkan JPU tak Hadirkan Saksi Ahli di Persidangan Kasus Brigadir J

ANTARA
Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau 'obstruction of justice' pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Irfan Widyanto.

 

PENGACARA terdakwa kasus obstruction of justice (OoJ) tewasnya Brigadir J Irfan Widyanto, M Fattah Riphat menyayangkan tidak hadirnya dua saksi ahli dalam persidangan kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (5/1) .

Merujuk pada berkas perkara terdakwa Irfan Widyanto, JPU seharusnya menghadirkan dua saksi ahli yaitu pidana maupun Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE). Akan tetapi, saksi ahli tersebut tidak hadir dalam persidangan. 

Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar-Erick Didukung Basis Massa Jokowi dan PDI Perjuangan

Riphat mengaku sempat mengajukan keberatan soal tidak hadirnya dua saksi ahli tersebut dalam persidangan kliennya. 

"Mohon agar Majelis Hakim mencatat bahwa dalam berkas perkara terdakwa Irfan Widyanto, baik ahli UU ITE maupun ahli Pidana menyatakan bahwa terdakwa Irfan Widyanto tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana," kata Riphat (5/1). 

Riphat mengatakan bahwa keterangan dari dua ahli tersebut dapat meringankan kliennya dalam kasus obstruction of justice. Keterangan juga menjadi dasar dakwaan JPU. 

"Karena hal tersebut ini, pihak penuntut umum tidak mau menghadirkan dua ahli tersebut. Padahal yang menjadi dasar dakwaan penuntut umum adalah salah satunya keterangan ahli," jelasnya.

Lebih lanjut, Riphat menjelaskan bahwa keterangan dari dua saksi ahli tersebut dapat menerangkan bahwa kliennya tidak dapat dijerat dengan semua pasal yang didakwakan. 

"Artinya terdakwa Irfan Widyanto menurut para ahli, tidak dapat dijerat semua pasal yang didakwakan," pungkasnya. 

Dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J, para tersangka Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Ricard Eliezer, dan Kuat Maruf didakwa melanggar pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sedangkan untuk para tersangka kasus obstruction of justice dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, ialah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, AKP Irfan Widyanto, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuck Putranto.

Mereka didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke 2 juncto Pasal 55 KUHP. (OL-6)

Baca Juga

AFP

Indonesia Siap Lebih Banyak Negosiasi CoC untuk Laut China Selatan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 15:02 WIB
INDONESIA siap menggelar lebih banyak perundingan dan negosiasi mengenai kode tata perilaku (Code of Conduct/CoC) Laut China Selatan...
ADEK BERRY / AFP

Menhan Prabowo Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Turki

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 14:52 WIB
MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Menhan Turki Halusi Akar di Bakanliklar, Ankara, Turki, dalam rangka menindaklanjuti...
MI / ADAM DWI.

KSP: Masih ada Perang Ukraina-Rusia Perppu Ciptaker tetap Dibutuhkan

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 14:10 WIB
Meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, Edi menjelaskan masih ada konflik antara Rusia dan Ukraina yang hingga saat ini masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya