Kamis 01 Desember 2022, 23:34 WIB

Pemerintah Akui Andil Besar Santri dalam Perjuangan NKRI

RO/Micom | Politik dan Hukum
Pemerintah Akui Andil Besar Santri dalam Perjuangan NKRI

.
.

 

PEMERINTAH mengakui andil besar santri dalam perjuangan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengakuan tersebut antara lain dengan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Boy Rafli Amar menegaskan hal tersebut kepada santri Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (1/12).

"22 Oktober pemerintahan Presiden Jokowi menepatkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional, ini adalah pengakuan kepada para ulama dan santri atas jerih payah perjuangan membangun fondasi NKRI," kata Boy Rafli.

Acara di Subang ini adalah Dialog Kebangsaan Antarlembaga Se-Jawa Barat dan Pelantikan Pengurus Lajnah Pencegahan Terorisme dan Radikalisme Jawa Barat. Dialog bertema "Meneguhkan Toleransi, Menjaga Integrasi Bangsa". 

Boy Rafli menjelaskan pada masa perang kemerdekaan, santrilah yang menggelorakan Resolusi Jihad Fisabilillah melawan penjajah. 

Namun seiring berjalannya waktu, terdapat kelompok yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan kata jihad untuk memecah belah bangsa sendiri.

"Namun saat ini kita perlu waspada, beda jihad zaman kemerdekaan dengan jihad hari ini yang dikumandangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah belah bangsa kita," kata Boy.

Untuk itu Boy menyatakan perlunya upaya pencegahan penyalahgunaan dengan mengatasnamakan agama. Maka deteksi dini merupakan kunci dalam penanggulangan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa kunci menanggulangi intoleransi, radikalisme dan terorisme bukan sekedar penegakan hukum, tetapi upaya pencegahan dengan membangun deteksi dini, daya cegah dan daya tangkal masyarakat secara bersama-sama," cetus Boy.

Sesepuh Ponpes Al-Ishlah Ushfuri Anshor menyambut baik kehadiran Kepala BNPT RI. Ia menilai silaturahmi yang dilakukan BNPT dapat mencegah masuknya paham-paham intoleransi, radikalisme dan terorisme kedalam pesantren.

"Saya berharap jangan sampai ada ideologi terorisme yang masuk di daerah kita," kata Ushfuri Anshor.

Dirinya juga berharap dengan kehadiran BNPT RI dapat mencegah ancaman pengaruh paham-paham menyimpang yang berusaha menyusup kedalam lingkungan pondok pesantren. (J-1) 

Baca Juga

MI/Usman Iskandar

Pertemuan PKB dan Golkar untuk Cari Tambahan Koalisi, Ini Kata Pengamat

👤Sri Utami 🕔Rabu 08 Februari 2023, 14:49 WIB
Pengamat politik Universitas Sriwijaya Andries Lionardo mengatakan, langkah PKB merupakan bentuk komunikasi politik yang sangat dinamis...
MI/Usman Iskandar

Gerindra PKB Sepakat Cari Tambahan Koalisi

👤Sri Utami 🕔Rabu 08 Februari 2023, 14:30 WIB
PERTEMUAN Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golongan Karya (Golkar) disebut sebagai manuver politik PKB yang bertujuan menaikkan...
Dok.MI/Pius Erlangga

Kejagung-KPK Kerja Sama Supervisi Perkara

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 08 Februari 2023, 14:00 WIB
KEJAKSAAN Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalin kerja sama koordinasi dan supervisi penanganan perkara tindak pidana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya