Senin 19 September 2022, 23:17 WIB

BNPT: Kelompok Teror Tunggangi Isu Strategis Untuk Ciptakan Distrust Kepada Pemerintah

Widhoroso | Politik dan Hukum
BNPT: Kelompok Teror Tunggangi Isu Strategis Untuk Ciptakan Distrust Kepada Pemerintah

Medciom
Ilustrasi

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Komjen Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan cara kelompok terorisme dalam memunculkan sel-sel teroris baru.

"Kelompok teror masih melakukan cara-cara lama. Mereka melakukan propaganda dengan tujuan muncul ketidakpercayaan atau distrust pada pemerintah," kata Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis, Senin (19/9).

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah di depan 210 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Boy Rafli mengatakan kelompok teror kerap menunggangi isu-isu strategis untuk menciptakan ketidakpercayaan pada pemerintah. Harapan mereka terjadinya polarisasi masyarakat sehingga memunculkan sel-sel teroris yang baru.

"Propaganda kelompok teror yang menentang negara memanfaatkan isu ekonomi dan isu lainnya, ini cara mereka yang ingin terjadinya  distrust kepada pemerintah," kata Boy Rafli.

Selain itu, kelompok teror juga membangun politik identitas dengan tujuan munculnya polarisasi di tengah masyarakat. "Jika tidak diantisipasi, polarisasi ini dapat melahirkan sel-sel terorisme baru bahkan pelaku tunggal atau lone-wolf," kata dia.

Ia menjelaskan upaya propaganda kelompok teror tersebut dilakukan melalui media sosial. Mereka (kelompok teror) menyadari penggunaan media sosial dapat menarik simpati dan semangat kolektif dalam waktu yang singkat.

Sebagai upaya untuk menangkal propaganda kelompok teror, Polri yang merupakan mitra BNPT diharapkan melakukan transformasi lima bidang yaitu wawasan kebangsaan, pembangunan kesejahteraan, moderasi beragama, akar budaya bangsa dan revitalisasi nilai Pancasila. Transformasi tersebut diyakininya dapat memproteksi masyarakat dari propaganda radikalisme terorisme yang beredar di dunia maya.

"Negara punya tugas dalam memproteksi warga negara agar tidak terlibat terorisme. Karena itu, transformasi harus kita lakukan bersama dengan pemangku kepentingan lain," tegasnya. (Ant/OL-15)

Baca Juga

ANTARA/Zabur Karuru

Pemerintah Harus Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 20:38 WIB
Koalisi, kata Hussein, juga menilai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) harus melakukan pemeriksaan terhadap aparat yang...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Kapolri: Data Terakhir Korban Meninggal Insiden Kanjuruhan 125 Orang

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:38 WIB
Sebelumnya dilaporkan ada 129, tetapi karena ada yang tercatat ganda, kata Jenderal Listyo...
dok.mi

Soal Formula E, KPK Dinilai Tegakkan Hukum Tanpa Didukung Bukti dan Saksi

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:04 WIB
ALIH-alih menegakkan hukum, KPK ditengarai bermuatan politik dalam penanganan kasus dugaan penyelewengan anggaran Formula E oleh Gubernur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya