Kamis 15 September 2022, 12:06 WIB

Filep Wamafma Minta TNI tidak Antikritik

Sri Utami | Politik dan Hukum
Filep Wamafma Minta TNI tidak Antikritik

ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding
Ilustrasi

 

Polemik yang terjadi karena pernyataan anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon yang dinilai menyinggung TNI harusnya tidak dibedar-besarkan apalagi sampai jadi fokus pembahasan di tengah publik. TNI harusnya fokus untuk transparan terhadap kejadian pembunuhan dan mutilasi warga sipil Papua yang melibatkan anggota TNI.

Anggota DPD asal Papua Filep Wamafma mengatakan DPR khususnya Komisi I sebagai mitra TNI memiliki kewajiban dalam melaksanakan pengawasan termasuk meminta penjelasan rinci atas kejadian mutilasi di Timika Papua kepada TNI Angkatan Darat. "Polemik ini tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dengan cara ancam mengancam begitu. Apalagi dalam negara demokrasi dan dilindungi dalam ruang (hukum) dan melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat salah satu tugasnya yaitu pengawasan," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (14/9).

Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa bersama jajaran seharusnya menerima masukan wakil rakyat sebagai bagian dari evaluasi dan mewujudkan visi misi TNI ke depan. "Sesungguhnya kami melihat bahwa hal substansi mendasar yang hari ini disuarakan di parlemen yaitu tentang kaitannya jatuhnya korban warga sipil yang tidak berperikemanusiaan dimutilasi di Papua khususny timika maupun di Merauke. Hal-hal kasus-kasus seperti inilah yang sebenarnya merupakan kewajiban wakil rakyat untuk mempertanyakan dan menyuarakan kepada institusi terkait. Karena ad oknum anggota TNI," tegasnya.

Dia berharap publik tidak mudah tergiring pada berbagai isu yang tidak substansi yang kemudian menyingkirkan isu utama dan penting. Kejadian yang semakin sering terjadi di Papua harus segera diproses hukum dan diungkap kepada publik. "Ini sepatutnya menjadi sesuatu perhatian oleh panglima TNI terhadap kepercayaan rakyat kepada institusi TNI di daerah. Papua ini merupakan wilayah gejolak konflik yang sangat berkembang. Jika oknum TNI yang melakukan mutilasi kepada warga sipil tanpa ada alasan mendasar dan seolah peristiwa ini adalah peristiwa yang biasa saja saya pikir negara kita demokrasi mau dibawa ke mana," cetusnya.

Selain itu TNI diharapkan bisa mengungkap dan tidak sebatas oknum dalam membuka tabir kejadian di Timika Papua, tapi TNI harus mampu menjadi pelindung masyarakat Papua. "Kami berharap dalam situasi seperti ini untuk tidak ada lagi saling mengancam atau justru membahas persoalan yang hanya memicu kegaduhan dan saling debat," tukasnya. (OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Disanksi Demosi 4 Tahun, Mantan Kasubdit Ditreskrimum PMJ Ajukan Banding

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:01 WIB
Selain dijatuhkan sanksi demosi selama empat tahun, pimpinan Sidang KKEP juga menjatuhkan sanksi etika bahwa perbuatan pelanggar dinyatakan...
Antara

Prabowo: Kita Perlu TNI dan Polri yang Kuat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 22:35 WIB
Hal itu ditekankan Menhan Prabowo saat mengunjungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mabes Polri pada Rabu (28/9)...
MI/Barry F

MA Jalankan Saran KPK untuk Cegah Korupsi di Lembaga Peradilan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:58 WIB
KARO Humas dan Hukum MA Sobandi mengatakan lembaganya langsung berbenah serta segera melaksanakan saran dan masukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya