Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEROKETNYA harga bahan pangan dan BBM di Indonesia seharusnya bisa ditangani dengan cepat. Namun, bukannya mereda justru kenaikan harga semakin menjadi merambah hampir seluruh komoditas bahan pangan dan energi.
Diawali hanya permasalahan minyak goreng, saat ini sudah merambat ke daging bahkan hingga ke harga cabe. Menurut Ketua Umum Barisan Rakyat 1 Juni (Barak 106), Martin Siahaan, yang menjadi biang kerok permasalahan ini justru dari anggota Kabinet.
“Biang kerok dari persoalan rakyat saat ini menurut saya justru dari anggota kabinet yang bermain-main dengan penundaan pemilu dan tiga periode jabatan presiden,” kata Martin, Senin (4/4) di Jakarta.
Adanya gelombang protes mahasiswa berbagai daerah di tanah air, buah dari anggota kabinet yang nakal. Martin menilai permasalahan krisis bahan pangan, tidak sepelik seperti kondisi diawal muncul pandemi covid 19.
“Krisis covid-19 saja bisa dilewati dengan baik. Apa lagi ketika Pak Luhut yang memimpin. Tapi saat ini pak Luhut lebih senang dengan permainan tiga periode dan penundaan pemilu ketimbang krisis pangan di Indonesia,” tutur Martin.
Martin menganalogikan, Presiden Joko Widodo sedang digiring ke dalam jebakan jaring laba-laba. Pasalnya, hanya orang dalam kabinetlah yang bisa menciptakan jaring laba-laba.
“Saya menyarankan, bekerja saja se-idealnya setiap anggota kabinet yang sudah ditunjuk oleh Presiden menjadi orang kepercayaannya mengelola negara ini. Apa lagi penyelenggaraan G-20 sudah dekat, jangan sampai mencoreng wajah Presidenlah,” tuturnya.
Sebagai catatan, sebelum maraknya isu penundaan pemilu, iklim demokrasi dan ekonomi masyarakat Indonesia baik-baik saja. Bahkan, trend positif masyarakat semakin meningkat terkait kebijakan pemerintah dalam memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat turun awal pandemi covid-19.
Terakhir Martin mengapresiasi Bawaslu dan KPU yang tetap bekerja melakukan bimbingan teknis dan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu di daerah-daerah. Keaktifan setiap kelompok yang hadir pada berbagai acara tersebut sekaligus membantah klaim sepihak bahwa pemilu ditunda adalah keinginan rakyat. (OL-13)
Baca Juga: Puan: BLT Minyak Goreng Hanyalah Solusi Jangka Pendek
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Zulkifli Hasan pastikan stok pangan nasional jelang Ramadan dan Lebaran aman, harga terkendali, dan produksi dalam negeri meningkat.
Ketersediaan stok pangan secara nasional tidak menjamin stabilitas harga di pasar.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Gubernur DKI Pramono Anung menjamin stok pangan Jakarta aman jelang Lebaran 2026. Simak langkah pemerintah menjaga harga daging agar tetap stabil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan laporan kepada Presiden mencakup kondisi pasokan energi hingga harga bahan pokok.
Stok bahan pokok aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Cadangan beras hingga 136 ribu ton siap menjaga stabilitas harga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved