Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menegaskan dirinya berikhtiar untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024.
Pernyataan itu ia sampaikan saat berbicara di dalam acara Musyawarah Daerah Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Provinsi Bali, Selasa (18/1).
Di hadapan ribuan peserta yang hadir, Kang Emil mengatakan, dirinya hanya bisa berikhtiar.
"Soal kalah dan menang itu rahasia Tuhan, dan hanya Tuhan yang tahu. Seperti di PON Papua baru-baru ini. Semua saling smash, tarung secara bermartabat. Namun hasilnya ada yang mendapat medali emas, perak, perunggu. Semua menerimanya dengan baik," ujarnya.
Ia mengakui jika selama ini komunikasi dengan beberapa partai politik terus dilakukan secara intens. Dia juga mengakui tidak tahu mau ditaruh di Capres atau Cawapres.
"Itu semua terserah di partai politik yang mengaturnya. Komunikasi dengan partai politik terus dilakukan. Namun belum ada kesepakatan. Sekali lagi saya hanya bisa beriktiar. Semuanya terserah Allah
yang tahu," ujarnya.
Menurut mantan Wali Kota Bandung itu, Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang besar yakni menghargai perbedaan. Soal itu mengemuka dalam pilpres 2019, yang memunculkan kelompok cebong dan kampret.
Dikotomi ini terus dipelihara untuk kepentingan politik. "Sebagai negara Pancasila, Indonesia harus belajar dari sejarah banyak bangsa
di dunia yang hancur lebur karena kepentingan sesaat dari perbedaan tersebut," tambahnya.
Keinginan Emil itu mendapat dukungan sekitar 70 ribuan warga asal Jabar yang tinggal di Bali. "Kami mendukung Kang Emil. Ini ada anak bangsa yang memiliki visi yang besar. Kebetulan saja dia orang Sunda. Jadi kami wajib mendukungnya," ungkap Ketua AMS Bali Agus Samijaya. (N-2)
KPK mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan iklan dengan modus pinjam bendera. Dua saksi diperiksa untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat, termasuk aliran dana terkait BUMD,
KPK tengah mendalami keterlibatan sejumlah pihak yang diduga turut serta dalam kegiatan luar negeri yang dilakukan Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat
Dalam kasus ini, KPK juga mendalami sejumlah penukaran uang asing. Penyidik menduga transaksi berkaitan dengan perkara karena adanya penyamaran.
PENGADILAN Agama Bandung menetapkan perceraian antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya pada Rabu (7/1).
PENGADILAN Agama (PA) Bandung memutuskan pasangan Atalia Praratya dan Ridwan Kamil resmi bercerai dan menutup rumah tangga yang telah terjalin selama hampir 29 tahun.
PENGADILAN Agama (PA) Bandung memutuskan pasangan Atalia Praratya dan Ridwan Kamil resmi bercerai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved