Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KPK menduga Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi berupaya menghalangi pengungkapan dugaan korupsi yang telah dilakukannya.
Caranya dengan menghilangkan barang bukti berupa uang ratusan juta ke Singapura dan menghilangkan dokumen dengan dimasukkan ke kloset rumahnya plus menyembunyikan saksi kunci, yakni Royani.
"Ada peristiwa sebelum OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution, diduga NHD (Nurhadi) dengan beberapa orang terbang dengan pesawat carter ke Singapura membawa beberapa tas uang," terang sumber Media Indonesia.
Menurut sumber itu, uang yang dibawa ke Singapura dengan menggunakan pesawat carter milik pengusaha tambang batu bara tersebut mencapai miliaran rupiah.
Pesawat itu berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma. "Uang itu diduga hasil korupsi dari beberapa perkara yang diaturnya," ungkapnya.
Ia pun mengatakan uang yang sudah lebih dulu disita terungkap setelah tas bekas penyimpaan uang tersebut ditemukan di rumah Nurhadi saat KPK melakukan penggeledahan.
Juga ada upaya lain dengan menghilangkan dokumen dengan dibuang ke kloset.
Nurhadi juga diduga kuat terlibat dalam kasus suap yang menjerat Edy Nasution plus menerima suap dari pihak lain yang beperkara di MA.
Penyidik lembaga antirasywah itu masih mendalami asal usul uang tersebut.
Nurhadi juga sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.
"Kita memiliki keyakinan penuh bahwa (Nurhadi terlibat) dan ini sudah dalam proses menuju arah penyidikan guna terungkapnya kasus ini secara jelas," terang sumber itu lagi.
Selain itu, saat ini penyidik KPK terus berusaha untuk menghadirkan sopir Nurhadi, Royani, sebagai saksi perkara dugaan suap panitera kepada Edy Nasution.
Penyidik pun telah menyiapkan strategi khusus.
"Sampai saat ini saya belum dapat informasi dari penyidik, tapi yang jelas ada strategi penyidik agar menghadirkan dia sebagai saksi," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, kemarin.
KPK akan melayangkan ultimatum untuk menghadirkan Royani. Namun, hal itu belum dapat dipastikan.
"Saya kira itu jadi strategi penyidik yang saya tidak bisa sampaikan," ujar Yuyuk
Sebelumnya KPK menduga Royani disembunyikan Nurhadi.
Dugaan tersebut muncul setelah Royani tidak memenuhi panggilan penyidik KPK. (Cah/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved