Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Wakil Ketua Umum Partai Golkar Yorrys Raweyai menegaskan partainya akan menjadi salah satu partai pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bursa calon presiden pada Pemilihan Umum 2019 mendatang.
Yorrys menjelaskan keputusan mendukung Presiden Jokowi merupakan salah satu pandangan yang berkembang saat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali.
"Mendukung jadi calon presiden, itu berkembang di munaslub dalam pandangan umum, kita tampung semua dan akan diputuskan saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) bulan depan," kata Yorrys ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Pertimbangan mendukung Jokowi untuk dua periode, tambahnya, blue print Partai Golkar, yakni Menuju Negara Sejahtera 2045 dipandang relevan dengan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam membangun bangsa.
"Selama ini kita melihat Jokowi pada periode pertama terbaik. Kita merasa dia harus melanjutkan kepemimpinan untuk periode selanjutnya," timpal Yorrys.
Dia menambahkan, dalam pidato Ketua Umum terpilih Partai Golkar Setya Novanto tersurat bahwa Golkar akan konsisten berkerja mendukung pemerintah sesuai dasar ideologi partai berlambang beringin itu.
Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan masuknya Golkar ke pemerintah otomatis menambah dukungan politik kepada pemerintah di parlemen.
"Saya kira kebijakan yang ada, kita ikut galang, termasuk pengambilan keputusan di DPR. Kami akan mengawal kebijakan pemerintah yang prorakyat," kata Idrus.
Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana berpandangan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus dapat memanfaatkan dukungan dari partai politik di parlemen sebagai modal yang kuat untuk menjalankan platform politik dan pembangunan.
"Pemerintah butuh setiap pengambilan keputusan itu dapat dilakukan secara efisien. Ketika kekuatan dengan banyak oposisi, itu tidak efektif. Karena itu, ketika Golkar gabung, pemerintah semakin kuat," ujarnya.
Namun, diakui Dadang, dalam politik tidak ada istilah makan siang gratis atau timbal balik dari dukungan yang diberikan Golkar kepada pemerintah misalnya, memberikan kursi bagi Golkar di kabinet.
Menurutnya, Presiden pasti bijaksana dalam mempertimbangkan merangkul partai baru tanpa harus membuat partai-partai pendukung lama merasa sakit hati.
Pilkada DKI
Kepemimpinan baru di Golkar juga bisa berdampak pada konstelasi politik di Pilkada DKI.
Menurut Idrus, peluang Golkar memberi dukungan bagi Gubernur DKI Jakarta saat ini Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, akan dipertimbangkan.
Menurutnya, Golkar pastinya mengusung calon yang disukai oleh masyarakat.
"Kita akan pertimbangkan, kita akan melihat apa keinginan rakyat," kata Idrus.
Sebelumnya, Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto, berencana mengevaluasi dukungan pada pemilihan Gubernur DKI 2017.
"Ahok kan sahabat saya," ucap dia.
Pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris, memprediksi kemungkinan besar Golkar akan dukung Ahok. Menurutnya, untungnya buat Golkar tidak hanya secara elektoral dalam konteks Pilkada DKI, tetapi juga dalam konteks Pemilu 2019 mendatang.
"Sebab DKI itu wilayah strategis, Golkar butuh simpati masyarakat Jakarta," ujarnya.
Selama ini, DPD I Golkar DKI Jakarta punya sikap yang berbeda. Golkar menutup pintu bagi Ahok. Bahkan menggalang parpol lain untuk mengusung kandidat untuk berhadapan dengan Ahok. (P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved