Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Novanto menolak mahar politik di pilkada. Ia justru akan menyiapkan dana bergulir bagi para calon kepala daerah dan memberikan bantuan konsultan.
KETUA Umum terpilih DPP Partai Golkar Setya Novanto telah mencanangkan program kerja 100 hari. Salah satunya persiapan untuk menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2017.
Setya mencanangkan untuk berkeliling ke daerah-daerah dalam menghadapi pilkada serentak 2017. Di pilkada serentak, dirinya dengan tegas menolak mahar politik bagi calon-calon yang akan diusung Golkar.
"Saya tolak mahar politik di pilkada. Ini kendala untuk mendapatkan calon yang terbaik. Saya bahkan akan menyiapkan dana bergulir bagi para calon kepala daerah. Saya berikan bantuan konsultan pemenangan yang berpengalaman menang pilkada," kata Novanto di Bali, kemarin.
Fokus Novanto kepada pilkada bukannya tanpa alasan. Pasalnya pada pilkada serentak di 264 daerah tahun lalu, Golkar terpuruk.
Berdasarkan kajian yang dilakukan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) dari 208 daerah, Golkar hanya menang di 49 daerah, urutan tiga terbawah di atas PKPI, PBB, dan PPP.
Untuk mewujudkan hal itu, Novanto pun akan secepatnya mengundurkan diri dari jabatannya selaku Ketua Fraksi Golkar di DPR. "Saya pastikan rekonsiliasi cepat dari pusat ke daerah," kata Novanto.
Ia juga berjanji akan merangkul bakal calon ketua umum yang jadi rivalnya di munaslub lalu. Karena masa bakti yang hanya tiga tahun, ia berharap seluruh kekuatan ikut membantunya mengakselerasi program kerja.
"Mari kita bahu-membahu untuk membesarkan dan memajukan Partai Golkar. Saya enggak bisa memimpin partai besar ini secara sendirian tanpa bantuan sahabat semua. Saya juga butuh dukungan di daerah," tutup dia.
I Ketut Sudikerta, Ketua DPD I Bali, menyambut baik niat Novanto untuk mempersiapkan Golkar menghadapi pilkada. "Ketua umum agar turun langsung untuk menyukseskan pilkada, dengan waktu yang singkat ini.''
15 hari
Novanto dipastikan terpilih setelah lawan terberatnya, Ade Komarudin, mengundurkan diri seusai pemilihan putaran pertama. Novanto mendapat 277 suara, sementara Ade mendapat 173 suara atau di atas 30% dari 542 pemilik suara. Berdasarkan tata tertib pemilihan suara, pemilihan bisa dilanjutkan ke periode kedua yang mempertemukan dua calon tersebut, tetapi Ade memilih mundur.
Seusai terpilih, Novanto langsung menetapkan sejumlah pengurus inti dan akan dibantu dengan formatur dalam menyusun pengurus lengkap. Formatur berisikan perwakilan DPD dari Indonesia Barat (Sumatra dan DKI Jakarta), Indonesia Tengah (Bali dan Jawa Timur), Indonesia Timur (Maluku Utara dan Sulawesi Utara), dan organisasi massa (MKGR dan KPPG), serta Novanto selaku ketua umum terpilih.
"Untuk sekretaris jenderal Idrus Marham, bendahara umum Robert Kardinal, ketua harian Nurdin Halid. Formatur ini akan bekerja paling lambat maksimal 15 hari, Sabtu kita akan rapat," lanjutnya.
Setelah pidato Novanto itu, Nurdin yang juga pemimpin sidang pleno munaslub menambahkan, nantinya setelah kepengurusan rampung, dalam rapimnas yang direncanakan bakal selesai dua pekan lagi akan juga dilantik Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan, dan Ketua Dewan Pakar.
"Nanti disusun secara lengkap. Khusus susunan Dewan Pembina akan melibatkan Ketua Dewan Pembina (Aburizal Bakrie) untuk penyusunan anggota secara lengkap," imbuh dia. (P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved