Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, 14-16 Mei, muncul sebuah partai politik baru bernama Partai Beringin Karya (Berkarya).
Partai itu didirikan 120 tokoh yang merasa prihatin dengan kondisi bangsa saat ini.
Sekilas, partai itu mirip dengan Partai Golkar.
Sama-sama berlambang pohon beringin dan menggunakan warna kuning sebagai warna kebesaran partai.
"Serupa tapi tak sama. Beringin kami masih utuh. Beringin kami belum ada 'tuyul-tuyulnya'," kata Ketua Umum Partai Berkarya Mayjen TNI (Pur) Syamsu Djalal saat mendeklarasikan partai tersebut di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, kemarin.
Meskipun demikian, ucap Syamsu, Partai Berkarya membuka ruang bagi kader Golkar yang kecewa terhadap hasil munaslub untuk bergabung.
"Kami dengan senang hati menerima," ujarnya.
Partai itu, imbuhnya, siap berjuang mencetak kader yang jujur dan berakhlak mulia.
"Kehadiran kami sebagai bentuk partisipasi, bukan untuk mengacaukan negeri ini," ujarnya.
Lambang pohon beringin, jelas Syamsu, memiliki filosofi sebagai tempat berlin-dung bagi semua anak bangsa.
Artinya, partai tersebut tidak membeda-bedakan etnik, agama, ataupun identitas lain.
"Partai bukan bertujuan saling menjegal, melainkan untuk berkarya."
Menurut Syamsu, ada li-ma alasan pendirian Partai Berkarya, antara lain untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan bersama dalam menyehatkan kehidupan politik di Indonesia yang lebih demokratis, bersahabat, bermartabat.
Susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat terdiri atas Ketua Umum Mayjen TNI (Pur) Syamsu Djalal, Wakil Ketua Umum (Litbang dan Pemenang-an Pemilu) Amiruddin, Wakil Ketua Umum (Polhukam) Kol CPM (Pur) Bagus Heru, Wakil Ketua Umum (Ekuin) Syamsul Hidayat, Wakil Ketua Umum (Arsip, Digital, dan Sosmed) Yanvi Alex, Wakil Ketua Umum (Maritim) H Purnomo, Wakil Ketua Umum (Kesra) Ourida Seskania, Sekretaris Jenderal Badaruddin Andi Picunang, serta Bendahara Umum Ahmad Goesra.
Syamsu menyampaikan bahwa pihaknya telah mendaftar ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 10 Mei lalu.
Selanjutnya, pembentukan pengurus daerah akan berjalan cepat karena Partai Berkarya bertekad untuk turut meramaikan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sensasi belaka
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku kaget atas kemunculan Partai Berkarya.
Ia menilai pendirian partai itu hanya sensasi belaka.
"Terus terang saya kaget dengan adanya informasi mengenai pendirian Partai Berkarya yang mirip dengan Partai Golkar. Negara ini memang mengizinkan pendirian organisasi politik, tetapi adanya partai yang mirip Golkar ini terus terang cukup me-ngagetkan," kata Akbar yang ditemui seusai debat bakal calon ketua umum Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, kemarin.
Akbar menambahkan, Golkar sejatinya sudah solid kembali.
Itu terbukti dengan proses kampanye dan debat yang berlangsung lancar.
Delapan bakal calon sama-sama bertekad memajukan Golkar setelah hampir dua tahun mengalami dualisme kepengurusan. (Nav/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved