Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSYAWARAH Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 14-16 Mei di Bali tak pelak menjadi ajang persaingan dukungan antarelite di pemerintahan Jokowi.
Setelah Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menjagokan Setya Novanto sebagai calon ketua umum, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun tak ketinggalan.
Menurut Kalla, tujuan menggadang-gadang calon ketua umum merupakan bagian dari komitmennya untuk membesarkan partai beringin. Kalla tak secara spesifik menyebut nama, tapi komunikasinya dengan Ketua DPR Ade Komarudin cukup intensif. “Saya tentu punya penilaian-penilaian tersendiri. Yang lain juga punya penilaian,” ujarnya di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.
Ia mengelak anggapan Munaslub Golkar merupakan pertarungan di antara dua kutub, dirinya dan Luhut. “Tidak ada poros karena banyak calon. Kalau hanya dua calon, mungkin ada poros. Tapi kalau ini delapan calon, bagaimana caranya.”
Kalla dipastikan menghadiri Munaslub Golkar. Demikian juga Presiden Joko Widodo.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengonfirmasi kehadiran Presiden Jokowi dalam munaslub yang akan dibuka hari ini di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Suhu politik menjelang Munaslub Golkar terus memanas. Keluarga besar Cendana mendukung Ade Komarudin alias Akom.
Juru bicara keluarga Cendana, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, menuturkan, jika Akom terpilih sebagai ketua umum, konsep Repelita dan GBHN akan dihidupkan lagi.
Ada delapan bakal calon ketua umum yang bakal bertarung, yaitu Ade Komarudin (nomor urut 1), Setya Novanto (2), Airlangga Hartarto (3), Mahyudin (4), Priyo Budi Santoso (5), Aziz Syamsudin (6), Indra Bambang Utoyo (7), dan Syahrul Yasin Limpo (8).
Ketua Komite Pemilihan Munaslub Rambe Kamarul Zaman mengatakan delapan bakal calon ketua umum harus terlebih dahulu memiliki suara sah 30%, atau 167 suara dari total 57 pemilik suara sah.
“Siapa yang mendapatkan suara 167 lebih, baru itu sah calon,” tuturnya. (Pol/OL/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved