Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA figur berelektabilitas tinggi dari kalangan non-partai politik yang digadang-gadang potensial menjadi kandidat calon presiden (capres) 2024 satu persatu mulai melirik dukungan dari partai politik (parpol).
Figur kuat non-parpol dinilai sangat memahami betul bahwa elektabilitas mereka akan sia-sia apabila tidak mendapatkan restu dari parpol selaku institusi resmi yang bisa mereka dalam bursa capres 2024.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengungkapkan meski para tokoh seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil mengantongi elektabilitas yang kuat, parpol tidak serta merta memberikan restu atau tiket dukungan capres dengan mudah. Parpol memiliki hitungannya masing-masing mengenai figur yang akan diusung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
"Anies dan RK tentu punya magnet elektabilitas. Tapi problemnya apakah parpol semudah itu memberikan karpet merah pencapresan? Apalagi elektabilitas Anies masih di bawah Prabowo dan Ganjar. Begitupun dengan Emil yag tidak pernah tembus 3 besar," tutur Adi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (4/12)
Baca juga : Soal Capres Non Partai, Ini kata Partai Demokrat
Selain elektabilitas tinggi, parpol membutuhkan efek ekor jas dari para figur yang akan diuusng menjadi capres. Hal itu berkaitan dengan kepentingan parpol dalam memenangi kontestasi Pemilu Legislstif (Pileg). Menurut Adi, calon non parpol harus mampu menaikkan tingkat elektabilitsya secara signifikan.
"Harus memastikan bisa memberi efek ekor jas ke parpol pengusung. Kedua, calon non parpol elektabilitasnya harus naik signifikan," tuturnya.
Selain tingkat elektabilitas figur-figur tersebut yang mampu memberikan efek ekor jas bagi parpol, para figur non-parpol juga harus kuat dari sisi logistik. Logistik tersebut dibutuhkan untuk operasional mesin psrpol.
"Mesti sediakan logistik untuk operasional mesin politik partai," ungkapnya. (OL-7)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved