Selasa 23 November 2021, 09:53 WIB

Jabar Lumbung Golkar Sehingga Diprediksi Mampu Tumbangkan Prabowo

RO/Micom | Politik dan Hukum
Jabar Lumbung Golkar Sehingga Diprediksi Mampu Tumbangkan Prabowo

dok MI
.

 

PARTAI Golkar diprediksi akan menguasai suara pemilih di Provinsi Jabar baik saat pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden 2024.
 
"Kalau kita lihat peta dan latar belakang sejarahnya, Jawa Barat, itu kan menjadi salah satu lumbungnya Golkar. Kalau PDI lumbungnya kan di Jawa Tengah," Ujar Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo, Selasa, (23/11).

Sebelumnya Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin memperkirakan perolehan suara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jawa Barat bakal mengalami penurunan bila maju kembali menjadi calon presiden 2024.

Menurutnya, konstruksi pemilih di Jabar senantiasa berubah dari pemilu ke pemilu, serta karakter masyarakat Jabar mudah terpesona dan kecewa. Khusus Prabowo, kekecewaan masyarakat karena bergabungnya pendiri Partai Gerindra itu ke penguasa saat ini.

Terkait pandangan pengamat itu, Firman mengakui sangat bersyukur kalau  benar terjadi pergeseran suara pemilih y yang kecewa terhadap Prabowo Subianto dan Partai Gerindra ke partai Golkar.

"Mereka (yang kecewa dengan Prabowo)  katakanlah bergesernya kepada Golkar ya kami sangat welcome dan berterimakasih, " ujarnya.

Ia menyakinkan masyarakat Jabar jika nanti Partai Golkar memenangkan pemilu, akan berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia mengatakan saat ini seluruh kader Golkar terus bergerak mensosialisasikan visi misi partai dan ketua umum Airlangga hartarto sebagai capres 2024.

"Kalau masyarakat menentukan pilihannya ke Golkar dan Airlangga nantinya berarti masyarakat sudah bisa menilai dari sekian partai yang ada ternyata golkar yang mungkin dianggap memperjuangkan aspirasi mereka," ujarnya.

Firman menilai masyarakat termasuk warga  Jabar sudah semakin cerdas.  Sikap dan perilaku politik dari tokoh-tokoh mereka dukung menjadi pertimbangan pilihan politik.

Ia mengatakan dalam menentukan pilihannya di era keterbukaan, masyarakat lebih senang pada tokoh-tokoh yg konsisten dengan sikap politik.  

"Dan kemudian memilih tokoh yang memang dalam politik itu menjaga etika hubungan antara pendukung dan yg didukung," ujarmya.

Ia menambahkan, posisi-posisi psikologis dan inkonsisten calon pemimpin dapat mempengaruhi ketidakpercayaan pendukungnnya.  Hal ini disebabkan keputusan politik tokoh politik tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan pendukungnnya.

Ia berharap suara-suara pemilih yang dulu memilih ke Golkar akan kembali memilih partai tersebut.  Ia mengingatkan Prabowo Subianto dulunya merupakan kader Golkar yang keluar dan mendirikan Partai Gerindra.

"Banyak orang orang Golkar yang mengikuti jejak Pak Prabowo ke Gerindra. Kalau ada yang kecewa saat ini sama sikap beliau, itu hak masyarakat," ujarnya. (J-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Pengesahan RUU Kejaksaan Berjalan Mulus

👤Putra Ananda 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:35 WIB
Adies menyatakan bahwa Panja telah melakukan pembahasan pada tanggal 22-24 November 2021 bersama dengan Tim Panja dari...
Antara

Hasil Audit Asabri Dinilai Picu Polemik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:22 WIB
Menurutnya, sumber dana investasi Asabri dari iuran anggota TNI-Polri yang terpisah dari keuangan...
MI/M. Irfan

Menkumham Sambut Pengesahan UU Kejaksaan dan Pembentukan Pengadilan Tinggi di Daerah 

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:40 WIB
Yasonna mengatakan perubahan Undang-Undang tentang Kejaksaan tersebut menjadi salah satu prioritas utama demi mewujudkan negara hukum yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya