Selasa 19 Oktober 2021, 08:18 WIB

Kejagung Klarifikasi Eksekusi Aset Sitaan Jiwasraya

RO/Micom | Politik dan Hukum
Kejagung Klarifikasi Eksekusi Aset Sitaan Jiwasraya

Dok kejagungke
.

 

KEJAKSAAN Agung mengklarifikasi proses eksekusi terhadap sejumlah aset sitaan dalam penyidikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebesar Rp11,697 miliar usai putusan atas perkara dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah. 

Dalam hal ini, Korps Adhyaksa menyatakan bahwa uang tersebut belum disetorkan ke kas negara melainkan tengah dalam proses pelelangan.

"Kami sampaikan masih dalam proses lelang dan sedang berjalan appraisal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum  Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10).

Ia menyebutkan bahwa proses pelelangan akan memakan waktu lama lantaran jumlah aset yang disita terlampau banyak.

Selain itu, kata Leonard, aset itu tersebar di sejumlah wilayah di seluruh Indonesia. Sehingga, pelelangan tak dapat dilakukan dengan cepat. 

"Jumlah barang yang dilelang sangat banyak, kurang lebih 1.200 item. Terletak di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dan juga terkait waktu dan anggaran pelaksanaan eksekusi," jelasnya. 

Dalam hal ini, Leonard meralat pernyataan Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung, Elan Suherlan sebelumnya bahwa aset tersebut telah dieksekusi dan disetorkan ke kas negara. 

Dalam data rampasan tersebut, tercatat bahwa Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menyetorkan uang rupiah sebesar Rp10,79 terkait kasus tersebut.

Penyetoran itu dilakukan pada 7 September 2021 dengan jumlah-jumlah berbeda untuk para terpidana. Dalam valuta asing, aset mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan adalah yang terbanyak dieksekusi, yakni sebanyak Rp6,2 miliar.

Kedua, nilai aset milik mantan Presiden Komisaris PT Trada Alam MInera, Heru Hidayat senilai RP3,71 miliar. Lanjutnya, aset milik Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro sebesar Rp158,94 juta; mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim sebesar Rp145,1 juta.

Kemudian, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo sebesar Rp18,3 juta dan terakhir milik Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto sebesar Rp501,9 juta. 

Sementara, sitaan dalam bentuk mata uang asing yang dieksekusi pada 21 September 2021 keseluruhannya sebesar Rp902,81 juat. Aset itu terbagi atas milik Benny Tjrokrosaputro sebesar Rp140,45 juta dan Heru Hidayat sebanyak Rp762,36 juta. (J-1) 

Baca Juga

dok.ist

DPR Papua Minta TNI Polri-TPNPB Jaga Situasi Kondusif Jelang Natal

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 02 Desember 2021, 10:20 WIB
TNI-Polri dan TPNPB diminta menghentikan aksi saling serang guna menjaga situasi kondusif jelang perayaan Natal yang akan dirayakan oleh...
DOK DPR RI

RUU Kejaksaan akan Beri Kewenangan Jaksa Lakukan Peninjauan Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 08:08 WIB
Pangeran menilai masukan yang didapat cukup menarik dan menjadi perhatian tersendiri untuk dipertimbangkan dalam pembahasan RUU...
MI/ Moh Irfan

Yuk Lebih Mengenal DPR

👤Muhammad Bintang Rizky 🕔Kamis 02 Desember 2021, 07:45 WIB
DPR memiliki 3 fungsi yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya