Kamis 14 Oktober 2021, 16:38 WIB

NasDem Mulai Konvensi Capres 2024 Jika Koalisi Partai Telah Terbentuk

Putra Ananda | Politik dan Hukum
NasDem Mulai Konvensi Capres 2024 Jika Koalisi Partai Telah Terbentuk

Medcom.id
Ilustrasi Partai NasDem

 

KONGRES Partai NasDem mengamanatkan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar konvensi pada tahun 2022. Tujuan konvensi untuk menjaring calon presiden (capres) yang bakal diusung di Pemilu 2024.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan tidak ingin konvensi yang digelar hanya untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja. 

Baca juga: Komisi III DPR Minta Polri Beri Hukuman Tegas untuk Aparat Arogan

NasDem, kata Ali, mengharapkan konvensi yang sungguh-sungguh untuk mencari calon pemimpin negeri ini, bukan lucu-lucuan atau abal-abal yang hanya sekadar menaikkan popularitas partai. Karena itu, ungkap Ali, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menginginkan dalam melakukan konvensi dengan syarat bahwa Partai NasDem sudah memiliki mitra koalisi. 

"Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka, prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi," ungkap Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/10).

Dia menjelaskan bahwa yang diberikan amanat penuh untuk menentukan arah koalisi adalah Surya Paloh. Karena Paloh merupakan ketua umum yang punya kewenangan dan otoritas menentukan koalisi yang akan dijalani. 

Lebih jauh, politisi yang pernah menjadi pengurus HMI Palu, Sulawesi Tengah ini menerangkan karena sifat konvensi adalah menyiapkan panggung, jadi ketika koalisi terbentuk bukan lagi konvensi Partai NasDem namanya melainkan konvensi koalisi. 

Ali yang lahir di Wosu, Palu ini memprediksi konvensi akan lebih menarik kalau sudah memenuhi syarat pencapresan. Banyak tokoh bangsa dan anak negeri yang punya komitmen dan integritas melihat Indonesia lebih baik ke depan, tapi kemudian terkendala karena tidak memiliki partai politik. 

Tentunya, kendala seperti ini harus difasilitasi oleh Partai NasDem, sehingga orang-orang yang potensial dan mempunyai mimpi untuk membangun negeri ini memperoleh kesempatan, dan tidak dimonopoli oleh kader parpol saja.

"Budayawan, akademisi, aktivis, silakan saja. Kita tidak bisa mengklaim bahwa hanya orang partai yang terbaik atau berhak membangun negeri ini. Semua anak negeri punya hak yang sama membangun negeri ini," ujar Ali.

Disinggung mengenai kriteria partai koalisi, Ketua Fraksi Partai NasDem itu membeberkan, kriteria umum adalah ideologi. Secara ideologi semua partai di Indonesia sama. Yang terpenting adalah partai politik yang memiliki komitmen menjadikan Indonesia yang lebih baik.

"Itu bukan bentuk lisan atau retorika, tapi dalam kehidupan sehari-hari kan kita bisa deteksi mana partai politik yang punya arah sama dengan Partai NasDem," pungkas Ali.

Sebagai data, pada Pemilu 2019 Partai NasDem meraih 9,05 persen atau 12.661.792 suara. NasDem membutuhkan satu hingga dua partai untuk memenuhi syarat presidential treshold sebesar 20 persen parlemen atau 25 persen perolehan suara.(OL-6)

Baca Juga

Antara

Namanya Terseret, Azis Maafkan Eks Penyidik KPK

👤Tri Subarkah 🕔Senin 25 Oktober 2021, 15:10 WIB
Mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju meminta maaf kepada Azis Syamsuddin di persidangan...
Antara

JK Tegaskan Kemenag bukan Hadiah untuk NU

👤Emir Chairullah 🕔Senin 25 Oktober 2021, 15:04 WIB
Menurut JK, pendirian Kemenag bukan hanya untuk kepentingan NU, melainkan semua agama dan organisasi keagamaan yang dinaungi...
Dok. Setpres

Presiden Ajak ASEAN Bangkit Bersama Indonesia

👤Andhika prasetyo 🕔Senin 25 Oktober 2021, 14:50 WIB
Presiden mengajak seluruh anggota ASEAN untuk memiliki target serupa demi mencapai kemajuan secara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya