Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

MK Lakukan Pertukaran Kepegawaian dengan Austria

Uta
03/5/2016 06:20
MK Lakukan Pertukaran Kepegawaian dengan Austria
(MI/Arya Manggala)

KETUA Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kemarin secara resmi menerima kunjungan dari Presiden MK Austria Gerhart Holzinger. Lawat­an itu membahas program kerja sama antara MK Indonesia dan MK Austria.

Dalam pertemuan resmi antarkedua lembaga tersebut, hadir pula para hakim konstitusi MK. Kepada media, Arief menuturkan bahwa sebelumnya, ia pernah berkunjung terlebih dahulu ke MK Austria.

Di sana Arief melakukan pertukaran informasi-informasi terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam memperkuat lembaga konstitusi kedua negara. Arief juga menuturkan bahwa penguat­an akan dilakukan pada bidang sumber daya manusia (SDM).
Akan ada perturakan staf, kepaniteraan, bahkan hakim, jika dibutuhkan, guna saling belajar mengenai hukum peradilan konstitusi.

“Akan ada penguatan SDM. Karena MK Austria punya usia lebih panjang daripada kita, kita banyak belajar dari mereka begitupun sebaliknya, mereka juga belajar dengan kita. Meskipun MK di sini masih 13 tahun, menurut mereka, prestasinya sudah baik,” ujarnya.

Arief melanjutkan, salah satu hal yang dipuji MK Austria dari MK Indonesia ialah mengenai keberhasilan MK Indonesia dalam mengambil keputusan-keputusan yang dinilai monumental dan dianggap dapat menjaga konstitusi maupun hak asasi manusia (HAM).

Arief menjelaskan, sebagai perbandingan, dalam setahun, MK Indonesia lebih banyak melakukan judicial review atau pengujian UU jika dibandingkan dengan MK Austria. Dalam setahun, jumlah pengujian UU di Indonesia dapat mencapai 140 perkara.
“Kalau di Austria, tidak begitu banyak. ­Namun, di sana ada kewenangan konstitusional komplain, jadi tiap-tiap warga negara bisa mengajukan,” tuturnya.

Meski belum dibahas secara teknis bagaimana proses pertukaran SDM akan berlangsung, Arief menjelaskan pada intinya MK mempunyai visi dan misi untuk terus meningkatkan kualitas dan wawasan dari para SDM mereka.
Peningkatan kualitas SDM berlaku untuk seluruh pegawai MK, baik panitera maupun hakim. Caranya dengan belajar atau sekolah di luar negeri maupun berdiskusi dengan kolega-kolega dari negara lain.

“Saya dengan Presiden MK Aljzazair ­sebelumnya juga sudah menggagas pertemuan tingkat Asia Afrika. Pada 2017 maupun 2018, akan ada pertemuan MK di Asia Afrika yang akan berlangsung di Bandung untuk menindaklanjuti semangat Dasasila Bandung yang mereka kagumi dari Bung Karno. Dengan begitu, kita akan lebih mempunyai peran di dunia internasional,” jelasnya. (Uta/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya