Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Calon Dijaring melalui Voting

Nur Aivanni
29/4/2016 06:00
Calon Dijaring melalui Voting
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

PARTAI Golkar memastikan membuka pendaftaran bakal calon ketua umum (ketum) yang akan bersaing dalam musyawarah nasional luar biasa (munaslub) mendatang. Munaslub akan berlangsung 23-26 Mei di Bali Nusa Dua Convention Center.

Pendaftaran bakal calon akan dibuka pada 3 dan 4 Mei di Kantor DPP Partai Golkar. Setelah itu, pada 5 Mei siang akan ada verifikasi bakal calon dan malamnya digelar rapat pleno steering committee (SC) terkait pengesahan calon.

“Saat ini, bermunculan caketum yang siap untuk maju. Silakan mendaftar,” kata Ketua Penyelenggara Munaslub Partai Golkar Theo L Sambuaga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, kemarin.

Para bakal calon yang memenuhi syarat, ujar Theo, dipersilakan untuk berkampanye ke daerah yang dibagi ke lima zona. Zona I (Sumatra) berpusat di Medan pada 9 Mei, Zona II (Jawa) di Surabaya pada 11 Mei, Zona III (Kalimantan) di Balikpapan pada 13 Mei, Zona IV (Sulawesi) di Makassar pada 15 Mei, dan Zona V (Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua) di Bali pada 17 Mei.

Selanjutnya, imbuh Theo, akan diadakan debat kandidat yang disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional. Setelah itu, pada H-1 ada deklarasi bakal calon di Bali. Para bakal calon akan ditetapkan sebagai calon ketum bila memenuhi sejumlah persyaratan, yakni mendapatkan dukungan sedikitnya 30% dari pemilik suara melalui voting pada hari pertama munaslub. Jika tidak ada yang mendapatkan dukungan 30%, voting ulang akan dilakukan.

“Dan kalau hanya ada satu yang mencapai 30%, yang bersangkutan langsung disahkan secara aklamasi sebagai ketua umum,” jelas Theo.

Sementara itu, Ketua SC Nurdin Halid mengatakan munaslub diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp66,9 miliar. Namun, rapat pleno belum menetapkan skema pembiayaan, khususnya iuran yang dipungut dari para bakal calon ketum.
Ia berharap iuran dari para bakal calon ketum minimal Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan bakal calon saat melakukan sosialisasi dan kampanye ke daerah.

“Selebihnya berasal dari sumbangan simpatisan dan kader Golkar,” jelas Nurdin.

Regenerasi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) berharap munaslub mejadi momentum menuju regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin. Untuk itu, munaslub tidak boleh menjadi ajang jual beli suara seperti memberikan uang saku kepada peserta atau pemilik suara.

“Uang saku untuk daerah ditiadakan. Uang transportasi untuk yang jauh dilebihkan, disesuaikan dengan daerah masing-masing. Yang jauh lebih besar dan yang dekat lebih kecil,” tukasnya.

Bila ada calon yang membandel atau penyelenggara tetap memberikan uang saku kepada pemilih suara, tambah Ical, yang bersangkutan akan diadili komite etik.

Dalam rapat pleno yang berlangsung kurang dari 2 jam itu, mayoritas kader menyetujui pembebanan biaya kepada bakal calon ketum. Namun demikian, politikus muda Golkar Ahmad Doli Kurnia mempertanyakan mengapa seseorang yang ingin mengabdi kepada partai harus membayarkan sejumlah uang. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya