Jumat 13 Agustus 2021, 13:49 WIB

Perkara KTP el Mangkrak, KPK Salahkan Pandemi Covid-19

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Perkara KTP el Mangkrak, KPK Salahkan Pandemi Covid-19

ANTARA
Gedung KPK.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kesulitan mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP el). Alasan komisi yang dinahkodai Firli Bahuri karena sejumlah saksi sulit dihadirkan karena pandemi covid-19.

"Banyak dari kemarin yang beberapa orang (saksi) masih tinggal di Singapura," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Jumat, (13/8).

Baca juga: Tanggapi ORI, KPK: Kami Tak Terbiasa Melompati Pagar

Karyoto mengatakan pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh dunia membuat penyelidikan kasus tersebut sedikit terhambat. Lembaga Antikorupsi sulit menjemput para saksi yang keterangannya dibutuhkan penyidik.

"Kondisi masih seperti ini, kita masih belum bisa pergi ke luar negeri, yang dari sana juga belum bisa ke sini," ujar Karyoto.

Dia menegaskan Lembaga Antikorupsi masih mendalami kasus itu dengan memeriksa saksi melalui surat elektronik (email). Namun, hal itu belum cukup karena KPK perlu memeriksa saksi secara tatap muka.

Sebelumnya, KPK memeriksa mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Penyidik KPK menggali keterangan Agus selaku Menteri Keuangan 2010-2013 terkait penganggaran proyek KTP el. (OL-6)

Baca Juga

Ist

Kapolri Serukan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan di Hadapan Kader Pemuda Pancasila

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:17 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri undangan acara peresmian Kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila...
Ist

UNM Cetak Lulusan Berkecimpung di Dunia Digital dan Bisnis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:47 WIB
Lewat perayaan wisuda UNM ke-33 ini, UNM siap mencetak alumni baru yang akan bersaing di dunia bisnis dan...
MI/Marcel Kelen

Tokoh Adat Papua Minta Lukas Enembe Jangan Jadi Pengecut

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:43 WIB
Menurut Boas, seharusnya Lukas sebagai pejabat harus memegang amanah dan taat kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya