Selasa 06 Juli 2021, 10:27 WIB

PB PMII Sebut Kebijakan PPKM Mikro Sangat Tepat  

mediiandonesia.com | Politik dan Hukum
PB PMII Sebut Kebijakan PPKM Mikro Sangat Tepat  

Ist
PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia Masa Khidmat 2021-2024 Daud Azhar (tengah)

 

PENGURUS Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melalui Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Polhukam) Periode 2021-2024 mengatakan lonjakan kasus covid-19 di sejumlah daerah membuat banyak kalangan meminta agar pemerintah pusat memberlakukan lockdown total.

Namun, bagi PB PMII, kebijakan lockdown akan banyak merugikan ekonomi masyarakat ketimbang manfaatnya. Selain itu, covid-19 juga akan berdampak terhadap sektor-sektor strategis lain seperti sektor sosial, pendidikan, politik dan kemanusian.

Bidang Polhukam PB PMII menilai dengan langkah pemerintah pusat memberlakukan PPKM Mikro sangat tepat dan perlu didukung seluruh masyarakat.

Ketua Bidang Polhukam PB PMII Daud Azhari menyampaikan dukungan pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro untuk menghentikan laju pandemi covid-19 di Tanah Air. 

Menurut Daud yang juga mantan Ketua Umum PKC DKI Jakarta itu, penerapan PPKM Mikro lebih tepat agar sektor ekonomi mikro tetap bisa berjalan.

"Kami sangat mendukung dan memahami bahwa keputusan yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi sudah melalui kajian dan pertimbangan mendalam. Serta memikirkan kondisi riil masyarakat Indonesia saat ini," jelas Daud.

Bahkan, kata Daud, PPKM Mikro lah yang paling pas diterapkan. Hal itu didasarkan atas kondisi ekonomi, sosial dan kemanusian, dan kondisi politik Indonesia. Juga berdasarkan pengalaman dari negara lain yang pada hari ini telah beraktivitas secara normal.

Baca juga: Tidak Hanya PPKM Darurat, Pemerintah Terbitkan PPKM Mikro Ketat

PB PMII berharap implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro bisa dijalankan secara baik, sehingga tujuan pemerintah untuk mempersempit laju penyebaran Covid-19 dapat tercapai.

Lebih lanjut, PB PMII juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) bisa dapat bersinergi dan lebih tegas lagi dalam melakukan penegakan prokes, melihat situasi penularan covid-19 di Indonesia yang sedang mengkhawatirkan semua pihak. Aparat penegak hukum pun diharap tidak memberikan banyak toleransi pada siapapun agar protokol kesehatan bisa diterapkan secara baik.

“PB PMII mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” tukasnya.

Dengan demikian, imbuh dia, pihak-pihak yang mewacanakan lockdown tidak perlu memaksakan pendapatnya. Mengatasi persoalan pandemi ini marilah kita segenap elemen masyarakat Indonesia baik elite politik, kemudian pemerintah, dan masyarakat agar senantiasa solid dalam mendukung kebijakan PPKM Mikro agar tidak terjadinya polarisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. 

Di lain sisi, sejumlah kepala daerah juga sudah menegaskan keberatan apabila wilayahnya diberlakukan lockdown. Setidaknya ada lima gubernur yang menyatakan menolak wacana kebijakan lockdown.

PB PMI mengajak masyarakat, untuk membantu pemerintah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu penting, dengan menahan diri keluar rumah artinya semua pihak telah berkontribusi dalam mengurangi penyebaran virus korona.(RO/OL-5)

Baca Juga

Metro TV/Shinta Novita

Mantan Pramugari Kembalikan Duit Rp647 Juta ke KPK, Pengamat: Pidananya Jalan Terus

👤Shinta Novita (Metro TV)/Muhardi (Story Builder) 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:51 WIB
Mentransfer sebanyak 21 kali kepada Siwi Widi Purwanti selaku teman dekat Muhammad Farsha Kautsar sejumlah...
MI/Adam Dwi

Istri Alex Noerdin Dipanggil KPK terkait Bupati Nonaktif Musi Banyuasin

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:45 WIB
KPK memanggil istri Alex Noerdin, Sri Eliza terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang menjerat anak...
Metro TV/Endang Junaidi

11 Orang Berhenti Jadi Pecandu ketika Masuk Kerangkeng Manusia

👤Endang Junaidi (Metro TV), NARENDRA WISNU KARISMA (Story Builder) 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:25 WIB
Hasil asesmen menyatakan 2 orang harus ikut rehabilitasi rawat inap, 9 lainnya rawat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya