Rabu 05 Mei 2021, 06:15 WIB

Pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Janggal

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
Pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Janggal

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta

 

DIREKTUR Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas Feri Amsari mengaku telah menerima informasi terkait pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai janggal.

Tes tersebut merupakan bagian proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ada," kata Feri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (4/5).

Baca juga: Ketua KPK Jawab tentang Lambannya Pengumuman Hasil Tes Pegawai

Sebagai contoh, kata dia, pertanyaan terkait dengan Front Pembela Islam (FPI) dan pendapat pegawai terhadap program pemerintah.

"Padahal pegawai tidak boleh secara etis berurusan dengan perdebatan politik dan mereka tidak boleh menunjukkan dukungan atau tidak dukungan terhadap program-program pemerintah karena bisa saja program itu terkait kasus korupsi," ujar dia.

Ia menyatakan tes tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena tidak terdapat ketentuan mengenai tes alih status.

"Keinginan tes lebih banyak dari kehendak Pimpinan KPK melalui peraturan komisi sehingga secara administrasi bermasalah," kata dia.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa puluhan pegawai KPK tidak lolos tes wawasan kebangsaan, termasuk penyidik senior KPK Novel Baswedan dan kepala satuan tugas (kasatgas) lainnya.

Novel juga telah mendengar informasi perihal puluhan pegawai KPK, termasuk dirinya, tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

"Ya benar, saya dengar info tersebut," kata Novel.

Terkait hal tersebut, ia menganggap ada upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.

"Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila info tersebut benar, tentu
saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri," ujar dia.

Sebelumnya diinformasikan, KPK segera mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dalam proses alih status menjadi ASN sebagai bentuk transparansi.

"Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK (tes wawasan kebangsaan) tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK dan
akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," kata Sekjen KPK Cahya H Harefa.

KPK telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan tersebut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bertempat di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Selasa (27/4). (Ant/OL-1)

Baca Juga

antara

Kejagung Periksa Mantan Komisaris ASABRI

👤RO/Micom 🕔Kamis 06 Mei 2021, 09:02 WIB
Pemeriksaan untuk menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT...
 BIRO PERS SETPRES MUCHLIS JR

Presiden ke Jawa Timur Tinjau Pusat Pemasaran Ikan

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 06 Mei 2021, 08:19 WIB
Presiden Joko Widodo bertolak ke Jawa Timur untuk meninjau  Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong  di...
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

WP KPK Nilai Tes Kebangsaan Dibuat Untuk Mendepak Pegawai

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 06 Mei 2021, 07:23 WIB
Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai tes wawasan kebangsaan merupakan jebakan. Tes itu dinilai disiapkan untuk mendepak para...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya