Senin 12 April 2021, 13:35 WIB

Ombudsman Sarankan Negara Bentuk Badan Khusus Kelola TMII

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Ombudsman Sarankan Negara Bentuk Badan Khusus Kelola TMII

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kementerian Sekretariat Negara teah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

 

OMBUDSMAN RI (ORI) menyarankan pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) supaya membentuk badan khusus untuk pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tujuannya agar pengelolaan aset tersebut dapat berjalan secara profesional dan transparan.

"Saya mengharapkan ditunjuk suatu badan pengelolaan yang profesional. Tentu dengan target tertentu bahwa aset ini harus produktif dan kemudian memberikan dampak yang menyejahterakan warga Ibu Kota, karena aset ada di Jakarta," kata Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih melalui keterangan resminya, Jakarta, Senin (12/4).

Najih mengatakan pengambilalihan TMII dari Yayasan Harapan Kita merupakan keputusan yang tepat. Aset negara ini sudah seharusnya dikuasai dan dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat.

Namun, kata dia, TMII tidak boleh dikelola sembarangan mengingat luas aset negara ini sekitar 150 hektare. Miniatur negara kesatuan republik Indonesia ini seharusnya ditangani secara profesional oleh badan khusus.

"Jika ada turis memiliki waktu terbatas dan tidak bisa keliling Indonesia, cukup datang ke TMII untuk mengenal Indonesia. Sehingga mendapatkan wawasan dan turis bisa pergi ke tempat yang mereka inginkan jika memiliki waktu lagi," pungkasnya.

Pengambilalihan TMII oleh Kemensetneg dilakukan setelah Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Selama 44 tahun, TMII yang merupakan aset negara di bawah Kemensetneg dikelola oleh Yayasan Harapan Kita berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977. Kemensetneg pun berencana menyerahkan pengelolaan TMII kepada badan usaha milik negara (BUMN) di bidang pariwisata. (P-2)

Baca Juga

ANTARA/Fikri Yusuf

Menhan tidak Akan Lindungi Mafia Alutsista

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 10 Mei 2021, 10:50 WIB
Prabowo berpemikiran permainan pengadaan alutsista merupakan tindakan korupsi paling berbahaya. Pasalnya, hal itu bisa membuat pertahanan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Nasib 75 Pegawai yang Gagal Tes Wawasan Kebangsaan bukan Ranah KPK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 10 Mei 2021, 09:43 WIB
Lembaga Antikorupsi bakal berkoordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB untuk kelanjutan nasib...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

Jusuf Kalla: Dialog Damai di Papua bukan Hal Mustahil

👤Emir Chairullah 🕔Senin 10 Mei 2021, 09:11 WIB
"Bagi saya, penyelesaian konflik Papua harus dilakukan melalui cara dialog. Hanya saja mungkin saat ini pemerintah kesulitan mencari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya