Kamis 01 April 2021, 08:04 WIB

Dokter: Penyerang Mabes Polri Ditembak di Bagian Jantung

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Dokter: Penyerang Mabes Polri Ditembak di Bagian Jantung

ANTARA/Muhammad Adimaja
Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

 

RUMAH Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, telah memeriksa kondisi jenazah teroris Zakiah Aini, 25. Penyerang Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan itu dipastikan ditembak di bagian mematikan.

"Yang mematikan, di jantung," kata Wakil Kepala Rumah Sakit (Wakarumkit) Polri Kombes Umar Shahab saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/4).

Namun, Umar menolak membeberkan jumlah tembakan yang dilepaskan aparat kepolisian saat upaya pelumpuhan. Menurutnya, informasi itu akan disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Baca juga: Teror di Mabes, Kapolri Minta Kadensus Dalami Dugaan Jaringan Lain

Hanya saja, dia menyebut pelaku tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal. Pelaku telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

"Sudah diserahkan ke pihak keluarga difasilitasi teman-teman dari Polda Metro untuk dilakukan penguburan malam tadi," ujar Umar.

Zakiah Aini merupakan pelaku teroris berideologi radikal Islamic State (IS). Dia menyerang Bareskrim Polri pada Rabu (31/3) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dia masuk lewat pintu gerbang belakang menenteng map kuning berisi amplop.

Kemudian, dia menuju ke gerbang utama dan menanyakan lokasi kantor pos ke anggota pos jaga.

Setelah itu, dia kembali lagi dengan melakukan penyerangan. Mantan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi itu meletuskan enam kali tembakan.

Mendengar ada tembakan, anggota langsung mengambil tindakan. Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak pada bagian dada. Timah panas itu mengenai jantung tersangka.

Zakiah sempat bergerak beberapa kali saat sakratul maut. Setelah dinyatakan tewas, dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (OL-1)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Dampingi Proyek Kereta Cepat, Kejaksaan Selamatkan Rp3,2 Triliun

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 23 September 2021, 12:22 WIB
Sepanjang 2018, ada delapan perkara yang ditangani oleh jaksa pengacara negara Kejati Jawa Barat dengan penyelamatan kerugian keuangan...
MI/Tri Subarkah

Kejagung Fasilitasi Penyidikan Kasus Masjid Alex Noerdin

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 23 September 2021, 11:10 WIB
Alex yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumsel selama dua periode itu diketahui menjadi tersangka untuk dua kasus yakni korupsu...
DOK DPR RI

Tertib dan Teratur, Komisi II Apresiasi SKD CASN 2021 Selama Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 23 September 2021, 09:48 WIB
Anggota Fraksi Nasional Demokrat DPR RI itu turut ingin memastikan bahwa seleksi CASN ini berjalan dengan transparan, objektif, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya