Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mengimbau pihak-pihak tertentu agar tak membentuk opini konspirasi terkait penangkapan terduga teroris oleh aparat kepolisian. Publik diminta memercayakan proses hukum kepada aparat.
"Hentikan pembentukan opini-opini konspirasi yang justru akan melemahkan upaya-upaya kita untuk bersama-sama memerangi teror," kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani kepada wartawan, Selasa (30/3).
Jaleswari mengimbau masyarakat menaruh kepercayaan kepada kepolisian yang kini tengah melakukan upaya-upaya. Dia menegaskan aksi teror di Tanah Air nyata dan sebagian banyak berhasil dibongkar berkat upaya penegakan hukum di pengadilan secara terbuka.
Baca juga : Tanggapi Said Aqil, Waketum PPP: Intoleransi Bibit Terorisme
"Percayakan untuk membongkar sel teror ke kepolisian. Aksi teror di Indonesia nyata, tercatat ada 552 serangan teror (2000-2021) yang sebagian besar berhasil dibongkar oleh kepolisian antara lain juga melalui mekanisme pengadilan yang terbuka," kata Jaleswari.
Pernyataan itu menanggapi tudingan adanya operasi intelijen di balik penangkapan beberapa terduga teroris setelah aksi bom bunuh diri di Makassar. Tudingan itu sebelumnya diungkapkan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan Enam Laskar FPI (TP3) Abdullah Hehamahua.
Dari penangkapan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Condet, Jakarta Timur, polisi juga menemukan kepemilikan atribut organisasi FPI yang sudah ditetapkan terlarang oleh pemerintah. Meski begitu, polisi belum memastikan keterkaitannya dengan FPI. (OL-7)
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved