Sabtu 16 Januari 2021, 20:57 WIB

Listyo harus Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

Listyo harus Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

Komjen Listyo Sigit
Antara

 

PAKAR Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mendorong Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo memperkuat komitmennya terhadap pemberantasan korupsi serta pungutan liar.

“Ini harus jadi perhatian utama memberantas sifat koruptif di kepolisian yang cenderung menggunakan kewenangannya secara komersial, sehingga banyak polisi gendut. Jadi, harus ada komitmen tinggi dari Kapolri baru untuk memberantas korupsi dan pungli ditubuh Polri,” kata Fickar, Sabtu (16/1)

Listyo diajukan menjadi calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki usia pensiun.


Maka dari itu, jelas Fickar, harus ada komitmen tinggi dari Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis dalam hal memberantas korupsi dan pungutan liar ditubuh Polri. 

Selain itu, Kapolri baru juga perlu membuat aturan disiplin yang ketat dan menegakkan secara ketat akan menjadi teladan bagi kepatuhan hukum masyarakat.

“Yang kesemuanya harus dilakukan secara terbuka sebagai bagian dari akuntabilitas kepolisian yang digaji oleh uang rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Fickar mengingatkan sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri dan penegak hukum, Kapolri selalu menghadapi tantangan karena dampak dari kemajuan sebuah masyarakat. 

Untuk itu, jangan sampai polisi atau Kapolri terjebak menjadi alat kekuasaan.

“Karena dengan kewenangannya, tidak mustahil bisa dimanfaatkan untuk memukul lawan politik dengan mengkriminalisasi pihak lawan politik,” jelas dia.

Apalagi, lanjut Fickar, penunjukan Komjen Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri tentu sosok berpengalaman dan dekat dengan Presiden Jokowi. 

Listyo merupakan mantan Ajudan Presiden Jokowi pada 2014. Kemudian, Fickar melihat Listyo Sigit melewati beberapa angkatan seperti halnya Tito Karnavian.

“Saya kira ini kecenderungan yang wajar sepanjang didukung oleh profesionalisme sang calon, karena Presiden pasti akan memilih yang lebih muda darinya dan dekat untuk memudahkan komunikasi. Karena itu, ini tidak boleh disalah gunakan polisi menjadi alat kekuasaan politik,” pungkasnya. 

Menurut rencana, rangkaian seleksi terhadap calon kapolri akan dilakukan DPR, pekan depan, di Jakarta. Uji kelayakan dan kepatutan calon kapolri dijadwalkan dilakukan pada Rabu (20/1). 

Sehari sebelumnya, Selasa, Listyo terlebih dulu akan mengikuti ujian penulisan makalah di DPR. Adapun kunjungan ke rumah calon kapolri ditiadakan. Pasalnya, kondisi Covid-19 tidak memungkinkan orang bertamu dalam jumlah banyak ke kediaman seseorang. (OL-8)

 

 

Baca Juga

Antara

Kisruh Demokrat Lemahkan Oposisi dan Rusak Demokrasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:17 WIB
Jika ini dibiarkan, kualitas demokrasi Indonesia yang sudah menurun akan makin...
MI/SUSANTO

Baleg : Pendalaman RUU KUHP Baru dilakukan Jika Masuk Prolegnas

👤Putra Ananda 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:05 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD berharap revisi UU KUHP bisa segera disahkan tahun...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KPK Verifikasi Laporan MAKI Soal Penyimpangan Pajak Rp1,7 Triliun

👤tri subarkah 🕔Jumat 05 Maret 2021, 20:40 WIB
Ali mengatakan KPK akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menelaah dan melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya