Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Arif Maulana menyebut calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo sejauh ini belum mengungkap penyiram air keras terhadap eks Ketua KPK Novel Baswedan.
"Sebagai kandidat kuat Kapolri, tentu beragam pekerjaan rumah Kepolisian telah menanti, salah satunya mengungkap ulang pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan," tutur Arif, dalam rilis yang diterima, Jumat (15/1).
Menurutnya, saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri 2019, Listyo bertanggung jawab mengungkap aktor intelektual dan melakukan penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus lenyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
"Namun pengungkapan kejahatan tersebut hanya berhenti pada aktor lapangan, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis," ucapnya.
Tim Advokasi Novel Baswedan menilai penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian tidak kunjung menuai hasil.
Arif menyebut dua pelaku penyiraman yang saat ini telah menyandang status terpidana diduga keras bukan aktor sebenarnya.
Tidak hanya itu, bahkan pada proses persidangan pun Tim Advokasi menemui berbagai kejanggalan. Mulai dari dugaan intimidasi terhadap saksi, menghilangkan barang bukti, sampai pada pendampingan hukum oleh Divisi Hukum Polri.
"Kegagalan tersebut merupakan tanggungjawab Listyo Sigit Prabowo selaku Kabareskrim Polri oleh karena itu pilihan calon tunggal Kapolri oleh Presiden patut dipertanyakan," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya mendesak agar Anggota DPR dalam melakukan fit and proper test meminta komitmen calon tunggal Kapolri mengenai pengungkapan aktor intelektual penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Komitmen ini antara lain meminta yang bersangkutan untuk membentuk tim khusus untuk menyelidiki ulang penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan untuk melakukan Pengungkapan Aktor Intelektual dibalik Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan.
Ia juga meminta agar Kapolri baru nantinya bisa mengungkap hingga tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (OL-8)
stana dan DPR membantah isu Presiden Prabowo mengeluarkan surpres pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Simak klarifikasi lengkap DPR, Istana, dan tanggapan Komjen Suyudi.
Komjen Suyudi Ario Seto merespons isu yang menyebutkan ia bakal menjadi pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Istana membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI terkait pergantian Kapolri
NAMA Komjen Rudy Heriyanto ramai di media sosial X atau sebelumnya Twitter). Salah satu akun menyebut Rudy salah satu jenderal yang digadang-gadang menjadi calon Kapolri baru.
"Sikap Kapolri sudah tepat. Selain responsif, transparan, dan tegas, beliau telah menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu,
Listyo akan menjadi Kapolri beragama nonmuslim kedua sepanjang sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved