Senin 04 Januari 2021, 14:31 WIB

Diperiksa Soal Aksi 1812, Slamet Maarif Akui Hanya Sebagai Peserta

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Diperiksa Soal Aksi 1812, Slamet Maarif Akui Hanya Sebagai Peserta

ANTARA
Demo 1812

 

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif diperiksa sebagai saksi dalam kasus kerumunan saat aksi 1812. Slamet tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (4/1) pukul 10:30 WIB.

Slamet mengaku dirinya dipanggil sebagai saksi dan akan menjelaskan kepada penyidik mengenai kapasitasnya dalam aksi tersebut. Ia mengaku hanya sebagai peserta dan belum menghadiri aksi tersebut, karena lebih dulu dibubarkan oleh aparat.

Baca juga: Terdakwa Surat Jalan Palsu Joko Tjandra Ajukan Banding

"Saya peserta dan saya belum hadir sudah dibubarkan terlebih dahulu. Saya dipanggil sebagai saksi, tapi saya belum tahu saksi untuk siapa karena di situ tidak disebutkan saksi untuk siapanya," kata Slamet.

Slamet mengatakan aksi 1812 itu merupakan upaya untuk menyuarakan transparansi dalam mengusut tewasnya 6 laskar FPI. Ia meminta Presiden Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Ia mengaku aksi itu diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

"Itu sebetulnya tujuan aksi hari itu dan itu dilindungi undang-undang ataupun UU Nomor 9," kata Slamet.

Sebelumnya, polisi menaikkan berkas perkara kasus kerumunan saat Aksi 1812 ke tahap penyidikan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan aksi yang digelar Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK NKRI), Front Pembela Islam (FPI), dan PA 212 itu dinilai telah melanggar protokol kesehatan.

Yusri mengatakan penyidik telah meminta klarifikasi kepada 9 orang. Namun, ia tak merinci siapa saja yang diminta klarifikasi dalam penyelidikan dalam peristiwa tersebut. Dari hasil klarifikasi itu, pihaknya menaikkan kasus itu ke penyidikan.

Yusri mengatakan kerumunan tersebut dipersangkakan dengan Pasal 169 atau 160 di KUHP, Pasal 93 di UU No 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. (OL-6)

Baca Juga

MI/Susanto.

Kapolri: Binasakan Polisi yang Terjerat Kasus Narkoba

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 13:32 WIB
Pasalnya, masih banyak anggota Polri yang melakukan sejumlah pelanggaran disiplin hingga pidana. Tapi, dirinya akan terus membawa perubahan...
Ant/Jojon

Kadiv Propam Polri Prihatin, Anggota Bermasalah Bertambah Terus

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 13:26 WIB
KEPALA Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo mengatakan anggota kepolisian yang bermasalah terus bertambah...
Antara/Setpres/Laily Rachev.

Nama Baru sudah Ada, Kabinet Mungkin Dirombak Pekan Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 13:09 WIB
Ma'ruf Amin sudah diajak berembuk oleh kepala negara menyangkut rencana reshuffle...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya