Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa eks Bupati Wakatobi Hugua. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek fiktif di tubuh PT Waskita Karya. Eks bupati yang kini menjabat anggota DPR itu dicecar penyidik terkait dugaan penerimaan uang pada kasus tersebut.
"Yang bersangkutan dikonfirmasi terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah dana dari proyek fiktif yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (10/11).
Hugua diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman dan mantan Kepala Bagian Pengendalian Divisi III PT Waskita Karya Fakih Usman.
Dalam perkara itu, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka yakni Kepala Bagian Pengendalian Divisi III PT Waskita Karya Fakih Usman, bekas Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman, serta mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.
Kemudian, ada nama eks Kepala Divisi III PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani, mantan Kepala Bagian Pengendalian Divisi III PT Waskita Karya Jarot Subana.
Kelimanya diduga melakukan korupsi yakni pengerjaan proyek-proyek infrastruktur fiktif di Divisi II PT Waskita Karya kurun waktu 2009-2015. KPK menduga terjadi 41 subkontraktor fiktif pada 14 proyek pekerjaan Divisi II PT Waskita Karya.
Penghitungan dari BPK, total kerugian yang muncul akibat proyek-proyek fiktif itu mencapai Rp202 miliar. KPK tercatta sudah menyita uang Rp12 miliar serta satu aset tanah yang diduga berkaitan dengan kasus itu.
Selain uang dan aset tanah, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara. Penyidik juga memblokir puluhan aset yang dalam proses verifikasi untuk ditindaklanjuti. (OL-8)
Keindahan di Bawah Laut Sombu Dive Wakatobi
Tarian Sajo Moane asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, akan ditampilkan pada upacara penurunan bendera Merah Putih pada HUT ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2025
Bea Cukai Kendari, bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara, resmi melepas ekspor perdana 3.200 kilogram ikan kerapu hidup asal Wakatobi ke pasar Hong Kong.
Penyanyi Raim Laode mengungkapkan, untuk meraih keberhasilan seseorang harus berani bermimpi dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. Prinsipnya, hari ini harus lebih baik daripada kemarin.
Bingung mau menghabiskan liburan kemana? Mendingan coba datang ke Wakatobi di Sulawesi Tenggara deh. Di sana, kamu bisa melakukan banyak hal menarik, apa saja? Berikut inspirasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved