Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTISIPASI publik dalam teori negara hukum dan demokrasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari yang bersifat substansi serta prosedur termasuk dalam menerapkan metode Omnibus Law. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harijanti, Jumat (9/10).
"Prosedur adalah jantungnya hukum. Jadi kalau kita gunakan metode Omnibus prosedur harus sangat diperhatikan karena pada dasarnya itu adalah jantung dari undang- undang," tegasnya.
Dalam diskusi daring Preseden Pendekatan Omnibus dalam Reformasi Regulasi Susi mengatakan metode Omnimbus merupakan salah satu metode memasukan undang-undang yang dinilai bermasalah dan harus diubah yang kemudian dimasukan dalam satu keranjang.
"Tapi dasarnya tetap harus ada. Membuat undang-undang bukan sekadar membentuk tapi didasarkan pada teori hukum. Dasar filosofis, sosiologis lebih kuat atau tidak, ada atau tidak dalam Omnibus Law."
Dia menerangkan negara merupakan organisasi kekuasaan dan jabatan yang diterobos oleh hukum.
"Ketika kekuatan legislatif dan eksekutif bergabung, ada dalam satu tangan maka di sana tidak akan ada kebebasan. Tapi di Indonesia presiden punya fungsi legislatif," ucapnya.
Omnibus Law sebagai sebuah metode menurut Susi sangat menarik untuk digunakan namun harus ditegaskan metode tersebut jangan sampai disalahgunakan. Susi mengusulkan perubahan undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Perubahan tersebut bertujuan menerapkan pembatasan penggunaan metode Omnibus agar tidak ada penyalahgunaan.
"Ketika kita gunakan metode itu maka pertanyaan kritisnya sampai sejauh mana kita bisa gunakan metode ini agar tidak terjadi abuse of use atau miss use, tidak disalahgunakan," cetusnya.
Susi menyebutkan dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja terjadi zigzag yaitu hukum privat dan hukum publik saling silang yang mengakibatkan sulit diterima dalam nalar publik.
"Karakter hukum privat dan publik itu berbeda jauh. Ketika hak penyandang disabilitas diturunkan dalam bentuk PP padahal materi muatan hak itu harus diatur dalam undang-undang," ucapnya.
baca juga: Jokowi Luruskan Disinformasi UU Ciptaker
Dalam UU Cipta Kerja Susi mengkritisi aturan ketenagakerjaan yang mengatur hak lain-lain dapat diatur oleh perusahaan dalam perjanjian pekerja.
"Bagaimana mungkin hak asasi kemudian diprivatkan dalam perjanjian kerja. Padahal teori hak asasi manusia menurut UU 1945 yang bertanggung jawab hak asasi adalah negara. Maka harus ada limitasi dari Omnibus Law," tandasnya. (OL-3)
Permasalahan tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme Omnibus Law untuk menciptakan kesepakatan bersama mengenai kebutuhan organisasi di tiap lembaga.
Penyusunan undang-undang secara tergesa-gesa seperti yang terjadi dalam proses pembentukan UU Cipta Kerja (Ciptaker) memperlihatkan kelemahan serius dalam penerapan model omnibus.
GELOMBANG gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja terus mengalir ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah aliansi dan serikat pekerja di Jawa Tengah berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025).
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Bali untuk sama-sama memperjuangkan UU Kebudayaan.
Omnibus Law: Kupas tuntas kebijakan ekonomi terbaru, dampak, dan peluangnya. Panduan lengkap untuk memahami perubahan signifikan ini!
Model pembangunan yang diterapkan dalam PSN cenderung eksklusif dan berisiko menimbulkan diskriminasi serta pelanggaran HAM yang berulang.
Perluasan definisi kepentingan umum ini membuka peluang penggusuran paksa dan alih fungsi lahan pertanian, hutan, serta wilayah pesisir,
Dalam putusannya, MK telah menyatakan bahwa ambang batas parlemen konstitusional bersyarat harus dijalankan pada tahun 2029 dan pemilu berikutnya.
kehadiran UU Cipta Kerja merupakan momentum yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kewirausahaan dan keterampilan kerja
Buku UU Cipta Kerja nanti dapat menjelaskan bagaimana latar belakang yang mendasari pembuatan UU Ciptaker
UU Cipta Kerja merupakan sebuah instrumen deregulasi dan debirokratisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved