Minggu 12 Juli 2020, 12:41 WIB

Pemilu Serentak Gagal Capai Tujuan

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Pemilu Serentak Gagal Capai Tujuan

MI/Susanto
EVALUASI PEMILU SERENTAK: Peneliti Perludem Usep Hasan Sadikin menyampaikan pemaparan dalam diskusi evaluasi pemilu serentak, Minggu (2/2).

 

PENYELENGGARAAN pemilu serentak 2019 dianggap tak terjadi sesuai harapan. Berbagai masalah bermunculan dan menyebabkan tujuan efisiensi, khususnya anggaran tidak terjadi. Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan sebelum pelaksanan pemilu serentak selanjutnya.

"Asumsi-asumsi yang diharapkan akan terjadi dengan pemilu serentak ternyata tidak terjadi," ungkap peneliti politik LIPI, Siti Zuhro, dalam webinar Pemilu Serentak 2019: Catatan Pengalaman di Indonesia, Minggu (12/7).

Siti menjelaskan banyak hal yang diasumsikan akan terlaksana dengan pemilu serentak ternyata berjalan sebaliknya. Salah satunya soal efek ekor jas. Pemilu serentak pada awalnya dinilai dapat memberikan keuntungan pada partai politik melalui efek ekor jas. Namun, pada Pemilu 2019, partai politik justru kerap mengeluhkan kesulitan berkampanye karena di saat bersaman harus juga berkampanye untuk pasangan capres yang diusung partai.

"Efek ekor jas tidak terbukti, asumsi bahwa partai pengusung presiden-wakil presiden akan mayoritas memenangkan suara publik, ternyata juga tidak terjadi," ujar Siti.

Sementara itu, dalam hal biaya, harapan akan terjadinya efisiensi anggaran juga tidak berhasil dilakukan. Pemilu serentak justru menimbulkan biaya yang besar, karena jumlah TPS membengkak. "Belum lagi kasus petugas yang meninggal karena melakukan penghitungan yang tanpa istirahat," ujar Siti.

Siti mengatakan dalam menyiapkan pemilu selanjutnya, diharapkan dibuat aturan yang ditentukan berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh. Bukan hanya berdasarkan asumsi. "RUU saat ini harus memberikan jalan keluar bagi partai jangan sampai dilema di 2019 terulang kembali," ujarnya.

Begitu juga harus dipertimbangkan soal dampak polarisasi yang terjadi pada masyarakat seperti di Pemilu 2019. "Itu sangat beresiko kalau berbarengan. Apalagi, kita tahu sekarang kegiatan ekonomi menurun karena terdampak covid-19," tutur Siti. (P-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Penentuan Hari Pemungutan Suara Pemilu Diharapkan Semulus Pilkada 2020

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 20 Januari 2022, 12:56 WIB
partai politik hanya menjadi fasilitator di antara pihak yang terlibat dalam persiapan pemilu yakni pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kejagung Perjuangkan Kapal Heru Hidayat Dirampas

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 20 Januari 2022, 10:55 WIB
KEJAKSAAN Agung tetap memperjuangkan agar hakim merampas kapal yang disita dari Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat,...
ANTARA/Didik Suhartono

PN Surabaya Benarkan Ada OTT KPK

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 20 Januari 2022, 10:42 WIB
"Bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB, KPK datang ke Kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada Saudara Itong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya