Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Presiden Joko Widodo yang tidak segan-segan untuk mereshuffle menteri menunjukkan bahwa Kepala Negara menginginkan para pembantunya tersebut meningkatkan kinerja agar dapat dirasakan oleh masyarakat.
Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam keterangan resminya kemarin.
“Isu reshuffle kabinet mengemuka menyusul peringatan Presiden Jokowi kepada sejumlah menterinya dalam sidang kabinet paripurna Kamis (18/6). Saya menilai para menteri jangan sekadar populer, tetapi juga memiliki kinerja yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Pangi.
Menurut Pangi, Jokowi tidak punya beban untuk membongkar pasang kabinet.
“Yang jelas parameternya adalah kinerja dan bukan letupan politik. Presiden tahu menteri yang gebrakannya paling terasa. Namun, ada menteri lain yang mungkin tidak populer dan gayanya dalam bekerja senyap,” tambah Pangi.
Pengamat politik Hendri Satrio juga sependapat bahwa Presiden Jokowi tetap akan mempertahankan menteri yang mampu menjalankan kebijakan dengan segala gebrakannya.
Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Kamis (18/6), Presiden Jokowi memperingatkan para menteri yang dianggap tidak bekerja dan memimpin instansi dengan baik, terutama dalam upaya membantu percepatan penanganan covid-19.
“Tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan. Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya,” tegas Jokowi dalam video sidang kabinet paripurna yang diunggah di Youtube pada Minggu (28/6).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan Jokowi ialah program penanganan di bidang kesehatan.
Pemerintah dalam tiga bulan terakhir telah menyiapkan dana hingga Rp75 triliun untuk sektor tersebut. Namun, sampai saat ini, dari total tersebut yang tersalur-kan baru 1,35%.
Dalam menanggapi hal tersebut, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meng ungkapkan pihaknya tetap mendukung semua agenda pemerintah yang prorakyat.
“Pokoknya untuk hal-hal yang baik dan prorakyat, kita dukung semua agenda pemerintah. Masa-lah reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Beliau yang paling mengetahui sosok cakap untuk membantunya dalam kabinet,” ujar Eddy saat di hubungi di Jakarta, kemarin. (Cah/Pra/Uta/X-3)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved