Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Pusat Muhammadiyah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki komunikasi politik pemerintah, khususnya para pembantu Presiden atau anggota kabinet.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti mengungkapkan masukan itu disampaikan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
Baca juga: Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh
Menurut Mukti, masukan itu karena pernyataan pembantu presiden yang kerap tidak kompak. "Kedua, memperbaiki kerja sama dengan ormas, termasuk ormas keagamaan," kata Muti.
Ketiga, menjaga ketenangan dengan meminimalkan kegaduhan politik.
Baca juga: Luhut: Pemerintah Akan Ubah Perilaku Masyarakat Lewat Regulasi
Pertemuan itu dihadiri Helmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mu'ti (PP Muhammadyah), KH Muhyiddin Junaidi (MUI), Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin).
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan tiga hal. "Satu, belum ada keputusan tentang jadwal masuk sekolah. Dua, minta masukan tentang pengelolaan pesantren masa covid. Tiga, kebijakan soal pembatalan haji," ungkap Muti. (X-15)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved